Harga Minyak Dunia Makin Parah di Bawah USD30/Barel
Rabu, 13 Januari 2016 - 08:46 WIB
Harga Minyak Dunia Makin Parah di Bawah USD30/Barel
A
A
A
NEW YORK - Harga minyak mentah dunia semakin anjlok hingga di bawah USD30 untuk pertama kalinya dalam 12 tahun ke tingkat yang mengancam kelangsungan hidup banyak perusahaan AS.
Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (13/1/2016), penurunan beruntun tujuh hari dipicu ini oleh kekhawatiran tentang kelebihan pasokan dan permintaan yang berkurang dari China sebagai konsumen terbesar kedua di dunia.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menyentuh angka terendah hingga USD29,93, yang terakhir terlihat pada Desember 2003.
Beberapa analis bahkan memperingatkan harga minyak bisa menyentuh level USD20 per barel. Kemarin harga minyak mentah AS yang diperdagangkan di bawah USD50 sampai 2021.
Minyak dan gas raksasa Inggris BP Plc (BP.L), kemarin akan memangkas tenaga kerjanya hingga 5% dalam menghadapi kemerosotan lanjutan. Sementara perusahaan minyak dari Brasil Petrobras (PETR4.SA) memotong rencana investasi untuk ketiga kalinya di enam bulan.
Royal Dutch Shell Plc (RDSa.L) dan Exxon Mobil Corp (XOM.N) sementara telah melihat penurunan saham mereka, masing-masing 11% dan 4%.
Pemotongan terbaru terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pemotongan belanja hingga miliaran dolar selama 18 bulan dari level di atas USD100 per barrel pada musim panas 2014, penurunan tajam lebih lama dan lebih dalam daripada yang diharapkan, mencapai titik krisis.
Sementara, untuk Rusia yang bergantung pada energi selama sekitar setengah anggaran pendapatan dan 40% ekspor, ketika harga minyak berada pada posisi USD30-an per barel bisa mengurangi dana hanya dalam waktu satu tahun.
Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (13/1/2016), penurunan beruntun tujuh hari dipicu ini oleh kekhawatiran tentang kelebihan pasokan dan permintaan yang berkurang dari China sebagai konsumen terbesar kedua di dunia.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menyentuh angka terendah hingga USD29,93, yang terakhir terlihat pada Desember 2003.
Beberapa analis bahkan memperingatkan harga minyak bisa menyentuh level USD20 per barel. Kemarin harga minyak mentah AS yang diperdagangkan di bawah USD50 sampai 2021.
Minyak dan gas raksasa Inggris BP Plc (BP.L), kemarin akan memangkas tenaga kerjanya hingga 5% dalam menghadapi kemerosotan lanjutan. Sementara perusahaan minyak dari Brasil Petrobras (PETR4.SA) memotong rencana investasi untuk ketiga kalinya di enam bulan.
Royal Dutch Shell Plc (RDSa.L) dan Exxon Mobil Corp (XOM.N) sementara telah melihat penurunan saham mereka, masing-masing 11% dan 4%.
Pemotongan terbaru terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pemotongan belanja hingga miliaran dolar selama 18 bulan dari level di atas USD100 per barrel pada musim panas 2014, penurunan tajam lebih lama dan lebih dalam daripada yang diharapkan, mencapai titik krisis.
Sementara, untuk Rusia yang bergantung pada energi selama sekitar setengah anggaran pendapatan dan 40% ekspor, ketika harga minyak berada pada posisi USD30-an per barel bisa mengurangi dana hanya dalam waktu satu tahun.
(izz)
Lihat Juga :