Martina Berto Rugi Kurs Rp10 Miliar Tahun Lalu

Rabu, 13 Januari 2016 - 10:54 WIB
Martina Berto Rugi Kurs...
Martina Berto Rugi Kurs Rp10 Miliar Tahun Lalu
A A A
JAKARTA - PT Martina Berto Tbk (MBTO) pada tahun lalu mengalami rugi kurs sebesar Rp10 miliar. Angka ini dinilai besar mengingat kurs rupiah 2015 mencapai level Rp14 ribu/USD.

Hal tersebut berdampak pada laba MBTO yang flat bahkan turun sedikit tahun lalu (full year) meskipun belum diaudit, juga dikarenakan perusahaan banyak lakukan investasi.

"Ya full year tahun lalu kita rugi kurs Rp10 miliar. Kalau pertumbuhan laba memang presentsenya turun ya, 10 persenan dari tahun sebelumnya. Karena kita banyak melakukan investasi di marketing dan sales, lalu pelemahan kurs rupiah ke USD, jadi berdampak," kata Direktur Utama MBTO Bryan Tilaar di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Rabu (13/1/2016).

‎Selain pelemahan rupiah, perlambatan ekonomi juga turut memengaruhi kinerja perusahaan. Pada awal tahun lalu, Presiden Joko Widodo pernah menyatakan target pertumbuhan ekonomi 5%, namun yang terjadi di bawah angka itu.

"Di awal itu Pak Presiden dan Wakil Presiden mengatakan bahwa target pertumbuhan 5%. Tapi ternyata hanya tumbuh 4,7%. Ini ditandai dengan pelemahan daya beli, karena 60% ekonomi Indonesia disumbang konsumsi. Konsumsi melambat, ekonomi pun melambat, jadi memang 2015 adalah tahun penuh tantangan," papar dia.

Di tengah perlambatan tersebut, Bryan mengaku tetap optimistis kinerja perusahaannya tetap positif. Buktinya, perusahaan tetap bisa mencatatkan pertumbuhan positif dari sisi penjualan dan pemasaran produk.

"Angka akhir tahun memang belum audited, tapi angka dalam catatan kami ada growth ‎(pertumbuhan) di kisara 3,4% dibanding 2014. Di tengah kondisi ekonomi yang berat, kami bisa tetap tumbuh positif," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Martina Berto Optimis...
Martina Berto Optimis Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 25 Persen
Martha Tilaar Group...
Martha Tilaar Group Peduli Serahkan 2.000 Box Berto ImunKu untuk Nakes dan Pasien di RSDC Wisma Haji
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan...
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan Terbesar PLN
Dipolisikan, PT Darmi...
Dipolisikan, PT Darmi Bersaudara Tbk Nilai Ada Upaya Kriminalisasi
Beri Cek Kosong, Dirut...
Beri Cek Kosong, Dirut PT Darmi Bersaudara Tbk Dipolisikan
Pemkab Terima Bantuan...
Pemkab Terima Bantuan Tabung Oksigen dari PT Timah Tbk
Berita Terkini
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
33 menit yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
57 menit yang lalu
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
1 jam yang lalu
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
12 jam yang lalu
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
12 jam yang lalu
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
13 jam yang lalu
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved