IHSG Terdampak Ledakan Bom, Pemerintah Dinilai Kecolongan
Kamis, 14 Januari 2016 - 13:38 WIB
IHSG Terdampak Ledakan Bom, Pemerintah Dinilai Kecolongan
A
A
A
JAKARTA - Ledakan bom di sekitar kawasan Sarinah, Jakarta Pusat yang terjadi siang ini memang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menurun sekitar 1%, namun tidak akan berlangsung lama.
Dia menyayangkan ketidaksiapan pemerintah dalam rangka mengantisipasi ledakan ini dan menimbulkan kegelisahan investor dan masyarakat. Pemerintah seolah kecolongan dengan kondisi ini.
(Baca: Ada Ledakan di Pospol Sarinah)
"Pemerintah kecolongan kalau menurut saya. Ini memang membuat investor gelisah dan masyarakat juga ketakutan, tapi kalau untuk IHSG-nya, saya rasa turunnya enggak akan lama. Jadi ini cuma efek sementara saja. Paling turun 1% hari ini," kata Ekonom BCA David Sumual kepada Sindonews Jakarta, Kamis (14/1/2016).
David mengatakan, ledakan kali ini tidak seheboh pada 2002 dan 2008. Jadi, ini efeknya hanya sesaat tidak seperti efek waktu itu yang terjadi di Bali. (Baca: Jakarta Mencekam, IHSG Merosot Dalam)
"Sama seperti di Turki dan Paris, efek ke ekonominya sesaat. Mungkin panik sebentar, yang dahsyat malah bom bali waktu itu sampai satu bulan melemah," jelasnya.
Masyarakat di daerah, kata David, belum tentu mendengar semua tentang kejadian ini karena tidak terlalu membuat panik sampai ke daerah.
(Baca: Bom Meledak, Investor Asing Panik Jual Saham Rp200 M)
"Saya sedang di Cianjur, mereka yang di sini malah belum dengar. Sekarang kalaupun investor panik, tinggal tunggu langkah konkret pemerintah untuk stabilisasi kondisi keamanan ke depannya," pungkasnya.
Dia menyayangkan ketidaksiapan pemerintah dalam rangka mengantisipasi ledakan ini dan menimbulkan kegelisahan investor dan masyarakat. Pemerintah seolah kecolongan dengan kondisi ini.
(Baca: Ada Ledakan di Pospol Sarinah)
"Pemerintah kecolongan kalau menurut saya. Ini memang membuat investor gelisah dan masyarakat juga ketakutan, tapi kalau untuk IHSG-nya, saya rasa turunnya enggak akan lama. Jadi ini cuma efek sementara saja. Paling turun 1% hari ini," kata Ekonom BCA David Sumual kepada Sindonews Jakarta, Kamis (14/1/2016).
David mengatakan, ledakan kali ini tidak seheboh pada 2002 dan 2008. Jadi, ini efeknya hanya sesaat tidak seperti efek waktu itu yang terjadi di Bali. (Baca: Jakarta Mencekam, IHSG Merosot Dalam)
"Sama seperti di Turki dan Paris, efek ke ekonominya sesaat. Mungkin panik sebentar, yang dahsyat malah bom bali waktu itu sampai satu bulan melemah," jelasnya.
Masyarakat di daerah, kata David, belum tentu mendengar semua tentang kejadian ini karena tidak terlalu membuat panik sampai ke daerah.
(Baca: Bom Meledak, Investor Asing Panik Jual Saham Rp200 M)
"Saya sedang di Cianjur, mereka yang di sini malah belum dengar. Sekarang kalaupun investor panik, tinggal tunggu langkah konkret pemerintah untuk stabilisasi kondisi keamanan ke depannya," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :