Penawaran Saham Freeport Kemahalan, Ini Perhitungannya

Jum'at, 15 Januari 2016 - 17:49 WIB
Penawaran Saham Freeport...
Penawaran Saham Freeport Kemahalan, Ini Perhitungannya
A A A
JAKARTA - Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) menilai harga saham yang ditawarkan PT Freeport Indonesia sebesar USD1,7 miliar untuk 10,64% saham yang didivestasikan tersebut terlalu mahal.

Hal tersebut berdasarkan perhitungan saham yang dipotret dari nilai aset dan keuntungan Freeport beberapa tahun belakangan. (Baca: HT: Penawaran Saham Freeport Terlalu Mahal).

Ketua Working Group Kebijakan Publik Perhapi Budi Santoso menjelaskan, nilai aset Freeport pada 2014 mencapai USD9,1 miliar. Sedangkan keuntungan bersih (net profit)-nya hanya USD500 juta.

"Kalau kita hitung saham kan bisa dipotret pada harga, yaitu nilainya atau bisa dipotret dengan pendapatan ke depan dengan nett present value-nya. Nah, kalau kita lihat nilai aset Freeport 2014 USD9,1 miliar, sedangkan nett profit cuma USD500 juta pada tahun itu. Angka itu turun dari sekitar USD784 juta pada 2013," terangnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (15/1/2016).

Jika dilihat dari perhitungan tersebut, maka portfolio saham Freeport sampai berakhirnya kontrak karya pada 2021 tidak sampai USD16,2 miliar seperti yang diklaim raksasa tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut. Harga 100% saham Freeport diperkirakan hanya sekitar USD11,6 miliar.

"Jadi kalau kita hitung, taruhlah nett profit USD500 juta kali 5 kan jadinya USD2,5 miliar. Kalau nilai aset hari ini, USD9,1 miliar jadi ditambahkan saja USD2,5 miliar. Jadinya paling USD11,6 miliar," beber dia. (Baca: Freeport Tawarkan Saham Rp23,5 Triliun ke Pemerintah).

Perhitungan ini, sambung Budi, juga belum ditambahkan dengan potensi risiko kegiatan operasi raksasa tambang Paman Sam tersebut. Sebab, harga komoditas yang terus merosot di pasar dunia tak ayal turut menekan keuntungan Freeport.

"Menurunnya kira-kira berapa, saya belum ada data. Tapi perkiraan saya kalau 2013 nilai asetnya USD784 juta, 2014 turun jadi USD500 juta, mungkin enggak linier. Anggaplah enggak menurun dari angka USD500 juta sampai lima tahun ke depan. Jadi nilainya kalau mau diakumulasi kan jadinya USD11,6 miliar. Sedangkan total USD16,2 miliar itu angka dari mana?" jelasnya.

Di sisi lain, nilai satu saham juga harus melihat risiko dan nilai bunga dari tahun ke tahun. Jadi nilai keuntungan bersih Freeport sebesar USD500 juta saat ini akan menurun pada lima tahun mendatang.
"Jadi duit USD500 juta hari ini dan USD500 juta pada lima tahun ke depan kan pasti turun," imbuh dia.

Berdasarkan perhitungan tersebut, maka harga untuk 10,64% saham yang ditawarkan Freeport seharusnya bisa lebih rendah dari USD1,7 miliar. Karena, harga sahamnya berdasarkan perhitungan tersebut secara keseluruhan hanya USD11,6 miliar.

Baca:

Menteri Rini Anggap Wajar Saham Freeport di Bawah USD2 M

Menteri Rini Ngebet BUMN Serap Saham Freeport 30%
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
21 menit yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
37 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
44 menit yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
48 menit yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
49 menit yang lalu
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
2 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved