Bos BEI Tegaskan Investor Tak Takut Teroris
Sabtu, 16 Januari 2016 - 12:08 WIB
Bos BEI Tegaskan Investor Tak Takut Teroris
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di jalur hijau pascateror bom di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta. Investor yang sempat panik menanggapi kejadian itu sudah konfiden dan tidak takut lagi terhadap aksi teroris
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio menyatakan investor tidak takut dengan teroris dengan kembali menghijaunya IHSG setelah peristiwa bom tersebut. "Bursa membuktikan bahwa investor juga tidak takut teroris. Buktinya IHSG sudah naik lagi, kemarin langsung balik," ujarnya di Jakarta, Sabtu (16/1/2016).
Tito menjelaskan, faktor yang membuat investor tidak takut karena perusahaan yang sudah melantai di BEI tercatat memiliki kinerja bagus. "Hasil daripada perusahaan-perusahaan itu bagus, bahkan kalau lihat 5 tahun terakhir. Return emiten di Indonesia salah satu yang terbaik di dunia," katanya.
Selain itu, lanjut Tito, IHSG masih terus bergerak naik dengan rata-rata pertumbuhan 18% setiap tahunnya dalam lima tahun terakhir. "Indeks kita masih growth 18% per tahun dalam lima tahun. Kedua, alhamdulillah, akhirnya BI rate at the same time turun kemarin, katanya mau turun lagi," tuturnya.
Dia menambahkan, pergerakan pasar modal juga biasanya naik mendahului pertumbuhan ekonomi dengan sudah adanya tanda kenaikan tersebut.
"Pak Jokowi dan Pak JK kemarin pidato, dia minta suku bunga kalau bisa 6%. Kalau tanda perekonomian sudah mau naik seperti begini, interest rate sudah diturunkan, tax amamnesty diberikan, spending pemerintah besar, infrastruktur jadi," pungkasnya.
Baca juga:
HT: Penawaran Saham Freeport Terlampau Mahal
Menkeu Minta Market Tak Nervous Pascaledakan Bom
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio menyatakan investor tidak takut dengan teroris dengan kembali menghijaunya IHSG setelah peristiwa bom tersebut. "Bursa membuktikan bahwa investor juga tidak takut teroris. Buktinya IHSG sudah naik lagi, kemarin langsung balik," ujarnya di Jakarta, Sabtu (16/1/2016).
Tito menjelaskan, faktor yang membuat investor tidak takut karena perusahaan yang sudah melantai di BEI tercatat memiliki kinerja bagus. "Hasil daripada perusahaan-perusahaan itu bagus, bahkan kalau lihat 5 tahun terakhir. Return emiten di Indonesia salah satu yang terbaik di dunia," katanya.
Selain itu, lanjut Tito, IHSG masih terus bergerak naik dengan rata-rata pertumbuhan 18% setiap tahunnya dalam lima tahun terakhir. "Indeks kita masih growth 18% per tahun dalam lima tahun. Kedua, alhamdulillah, akhirnya BI rate at the same time turun kemarin, katanya mau turun lagi," tuturnya.
Dia menambahkan, pergerakan pasar modal juga biasanya naik mendahului pertumbuhan ekonomi dengan sudah adanya tanda kenaikan tersebut.
"Pak Jokowi dan Pak JK kemarin pidato, dia minta suku bunga kalau bisa 6%. Kalau tanda perekonomian sudah mau naik seperti begini, interest rate sudah diturunkan, tax amamnesty diberikan, spending pemerintah besar, infrastruktur jadi," pungkasnya.
Baca juga:
HT: Penawaran Saham Freeport Terlampau Mahal
Menkeu Minta Market Tak Nervous Pascaledakan Bom
(dmd)
Lihat Juga :