Pemerintah Antisipasi Dampak Sosial Rencana PHK Karyawan Chevron

Minggu, 17 Januari 2016 - 23:50 WIB
Pemerintah Antisipasi...
Pemerintah Antisipasi Dampak Sosial Rencana PHK Karyawan Chevron
A A A
JAKARTA - PT Chevron Pacific Indonesia dikabarkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 1.500 karyawannya di Indonesia pada dua pekan mendatang. Hal ini menyusul harga minyak dunia yang terus terpuruk di pasar global.

Menanggapi hal itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan akan mencari informasi lebih lanjut mengenai rencana PHK karyawan Chevron di Tanah Air. Pihaknya akan mencari solusi yang dapat mengantisipasi terjadinya hal tersebut. Apalagi, anjloknya harga minyak dunia tidak hanya dirasakan Chevron.

"Kita akan mendengar dulu apa yang terjadi di lapangan (soal rencana Chevron PHK karyawan). Kita lakukan antisipasi apa. Ini (penurunan harga minyak dunia) kan terjadi di seluruh dunia," ujaranya, beberapa waktu lalu di Balai Kartini, Jakarta.

Menurut Sudirman, jika rencana PHK tersebut benar pemerintah tidak bisa ikut campur lebih jauh. Pemerintah tidak memiliki kewenangan karena hal tersebut merupakan keputusan korporasi.

"Itu kan tindakan korporasi Chevron. Kita enggak bisa ikut campur. Pemerintah hanya bisa antisipasi dampak sosial yang mugkin terjadi. Aspek sosial lain," imbuh Sudirman.

Mantan bos PT Pindad (Persero) ini menyebutkan, meski pemangkasan karyawan Chevron terjadi pihaknya yakin target produksi minyak nasional tidak akan terganggu. "‎Yang saya pahami, mereka bukan menurunkan target, tapi efisiensi. Memotong yang bisa dihemat dengan satu catatan target tetap dilakukan," tandasnya.

Dampak anjloknya harga minyak dunia memaksa Chevron dan perusahaan lain memutar otak agar bisa bertahan di tengah situasi yang tidak menguntungkan.

Sebagai informasi, Chevron beroperasi di Tanah Air sejak 1924, dengan wilayah kerja di Kalimantan dan Sumatera. Di Sumatera, Chevron mengoperasikan dua lapangan utama, yaitu Duri dan Minas. Mereka juga mengoperasikan Pelabuhan Dumai, yang menjadi terminal pengangkutan minyak terakhir.

Sementara di Kalimantan Timur, wilayah kerja Chevron terdiri dari North Area, South Area, dan West Seno. Sayang, sepanjang 2015 Chevron gagal mengebor 49 sumur eksplorasi.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Masalah PHK Pekerjanya...
Masalah PHK Pekerjanya Mengemuka, Chevron Beri Penjelasan
Pertamina Siap Sambut...
Pertamina Siap Sambut Pekerja Chevron Pacific Indonesia
Mengintip Penerapan...
Mengintip Penerapan Digitalisasi di Dalam Chevron Pacific Indonesia
Blok Rokan Kembali ke...
Blok Rokan Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, Presiden Nilai Pertamina Mampu Kelolanya
Perkuat Strategi Bisnis,...
Perkuat Strategi Bisnis, Pertamina Siapkan Alih Kelola Blok Rokan
Dipelototi Pemerintah...
Dipelototi Pemerintah dan DPR, Ini Perkembangan Alih Kelola Blok Rokan
Berita Terkini
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
35 menit yang lalu
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
10 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
10 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
10 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
11 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
11 jam yang lalu
Infografis
5 Pabrik Bakal Ditutup,...
5 Pabrik Bakal Ditutup, Gelombang PHK Ancam Karyawan Kimia Farma
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved