Pemerintah Diminta Jeli Lihat Penawaran Saham Freeport

Senin, 18 Januari 2016 - 00:06 WIB
Pemerintah Diminta Jeli...
Pemerintah Diminta Jeli Lihat Penawaran Saham Freeport
A A A
JAKARTA - Energy Watch Indonesia meminta pemerintah jeli melihat harga yang ditawarkan PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk saham yang didivestasikannya, yaitu sebesar USD1,7 miliar untuk 10,64% saham. Pemerintah jangan mau dibodohi.

Direktur Eksekutif Energy ‎Watch Indonesia Ferdinand Hutahaen mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap cadangan yang ada di tambang Papua untuk menemukan harga ideal, dan tidak merugikan Indonesia. "Kita mendesak pemerintah melakukan evaluasi cadangan agar kita menemukan harga ideal dan pas menurut pasar," ujarnya di Jakarta, Minggu (17/1/2016).

Menurut Ferdinand, Freeport tidak bisa menentukan dan mengasumsikan sendiri terkait harga saham yang didivestasikan tersebut. Harus ada penilaian terhadap harga sahamnya dan total cadangan yang tersisa di tambang Papua.

"Dari cadangan itu berapa baru kita hitung layaknya 10,64% berapa. Jangan cadangan tinggal sedikit terus harga saham (Freeport) anjlok, eh menawarkan tinggi. Ini kan terkesan membodoh-bodohi kita. Kita haris jeli di sini," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Freeport telah mengumumkan harga yang ditawarkan atas pelepasan 10,64% saham untuk kewajiban divestasinya di Tanah Air, dengan nilai USD1,7 miliar untuk 10,64% saham tersebut.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot menuturkan, pihaknya telah menerima surat dari perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut terkait penawaran harga saham divestasinya. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 tahun 2014, Freeport diminta melepaskan sahamnya sebesar 10,64%.

"Jadi Freeport telah mengirim surat kepada Menteri ESDM dan kami telah terima hari kemarin," katanya di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (14/1/2016).
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
15 menit yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
40 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
47 menit yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
55 menit yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
1 jam yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
1 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved