Rupiah Diramal Lanjutkan Pelemahan
Senin, 18 Januari 2016 - 08:08 WIB
Rupiah Diramal Lanjutkan Pelemahan
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah pada perdagangan hari ini diramal melanjutkan pelemahan, jika laju USD masih menunjukan penguatannya.
"Terutama jika harga minyak mentah tidak kunjung mengalami peningkatan," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (18/1/2016).
Dia memprediksi laju rupiah akan berada pada rentang support Rp14.040/USD dan resisten Rp13.815/USD. Pascapemangkasan BI rate, laju rupiah seperti perkiraan sebelumnya, cenderung melanjutkan pelemahannya.
Meski laju harga minyak sempat menguat dan membuat laju USD terlihat melemah, namun tidak diimbangi oleh laju mata uang Asia terutama China yang mata uang yuannya masih melemah sehingga pelemahan laju USD pun tidak terlalu dalam.
"Rupiah tentu saja terkena imbas negatifnya. Pelemahan laju rupiah juga disebabkan reaksi negatif pelaku pasar terhadap rilis neraca perdagagan Desember 2015 yang defisit USD230 juta meskipun secara total tercatat positif USD8 miliar-USD8,02 miliar," pungkasnya.
"Terutama jika harga minyak mentah tidak kunjung mengalami peningkatan," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (18/1/2016).
Dia memprediksi laju rupiah akan berada pada rentang support Rp14.040/USD dan resisten Rp13.815/USD. Pascapemangkasan BI rate, laju rupiah seperti perkiraan sebelumnya, cenderung melanjutkan pelemahannya.
Meski laju harga minyak sempat menguat dan membuat laju USD terlihat melemah, namun tidak diimbangi oleh laju mata uang Asia terutama China yang mata uang yuannya masih melemah sehingga pelemahan laju USD pun tidak terlalu dalam.
"Rupiah tentu saja terkena imbas negatifnya. Pelemahan laju rupiah juga disebabkan reaksi negatif pelaku pasar terhadap rilis neraca perdagagan Desember 2015 yang defisit USD230 juta meskipun secara total tercatat positif USD8 miliar-USD8,02 miliar," pungkasnya.
(izz)