Rupiah Masih Tak Beranjak dari Level Rp13.900/USD
Senin, 18 Januari 2016 - 16:34 WIB
Rupiah Masih Tak Beranjak dari Level Rp13.900/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan hari ini ditutup sedikit menguat, namun masih di atas Rp13.900/USD. Kondisi ini di tengah menguatnya mata uang China yuan terhadap USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.925/USD, dengan kisaran harian Rp13.910-Rp13.985/USD. Posisi tersebut menguat 35 poin dibanding posisi kemarin di level Rp13.960/USD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.930/USD. Posisi itu naik 35 poin dari posisi akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.965/USD.
Sementara, rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.905/USD. Posisi itu menguat tipis dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.909/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.931/USD. Posisi ini tidak lebih baik dari penutupan kemarin di level Rp13.886/USD.
Seperti dikutip dari Reuters, mata uang China yuan pada sore hari ini naik, karena Bank Sentral China mengumumkan langkah baru untuk mencegah spekulasi dalam mata uang.
Bank Rakyat China (PBoC) mengatakan, akan mulai menerapkan rasio persyaratan cadangan (reserve requirement ratio/RRR) pada deposito bank domestik, dalam sebuah langkah yang tampak dimaksudkan untuk menyerap likuiditas tambahan.
"Pasar melihat bahwa ini adalah sikap PBoC untuk memperingatkan spekulan yang bertaruh pada depresiasi cepat mata uangnya," kata Zhou Hao, ekonom Commerzbank AG di Singapura.
Yuan di pasar spot dibuka pada posisi 6,5800 per USD dan pada sore hari ini berubah menjadi 6,5790 per USD atau naik 0,08% dibanding penetupan sebelumnya. Bank sentral sendiri telah menaikkan titik tengah di level 6,5590.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.925/USD, dengan kisaran harian Rp13.910-Rp13.985/USD. Posisi tersebut menguat 35 poin dibanding posisi kemarin di level Rp13.960/USD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.930/USD. Posisi itu naik 35 poin dari posisi akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.965/USD.
Sementara, rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.905/USD. Posisi itu menguat tipis dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.909/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.931/USD. Posisi ini tidak lebih baik dari penutupan kemarin di level Rp13.886/USD.
Seperti dikutip dari Reuters, mata uang China yuan pada sore hari ini naik, karena Bank Sentral China mengumumkan langkah baru untuk mencegah spekulasi dalam mata uang.
Bank Rakyat China (PBoC) mengatakan, akan mulai menerapkan rasio persyaratan cadangan (reserve requirement ratio/RRR) pada deposito bank domestik, dalam sebuah langkah yang tampak dimaksudkan untuk menyerap likuiditas tambahan.
"Pasar melihat bahwa ini adalah sikap PBoC untuk memperingatkan spekulan yang bertaruh pada depresiasi cepat mata uangnya," kata Zhou Hao, ekonom Commerzbank AG di Singapura.
Yuan di pasar spot dibuka pada posisi 6,5800 per USD dan pada sore hari ini berubah menjadi 6,5790 per USD atau naik 0,08% dibanding penetupan sebelumnya. Bank sentral sendiri telah menaikkan titik tengah di level 6,5590.
(izz)