DPR Minta China Tingkatkan Perdagangan

Rabu, 20 Januari 2016 - 20:54 WIB
DPR Minta China Tingkatkan...
DPR Minta China Tingkatkan Perdagangan
A A A
VANCOUVER - Setelah bertemu Parlemen Kanada, Delegasi Parlemen Indonesia melaksanakan pertemuan bilateral dengan Delegasi Parlemen China. Pertemuan yang berlangsung sekitar 1 jam ini dilaksanakan di sela-sela pelaksanaan Asia Pacific Parliamentary Forum (APPF) ke-24 di Hotel Westin, Vancouver.

Delegasi Indonesia dipimpin Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, ditemani legislator Fraksi Golkar, Dwi Aroem Hadiati. Dubes RI untuk Kanada, Teuku Faizasyah, juga ikut hadir di pertemuan itu.

Berbicara usai pertemuan, pada Senin (18/1/2015) waktu setempat atau Selasa (19/1/2015) WIB, Fadli Zon menjelaskan bahwa kedua belah pihak sama-sama sepakat akan pentingnya hubungan kedua negara. "Dari pihak China menyampaikan bagaimana pentingnya hubungan kedua negara. Bahwa China juga partner penting Indonesia karena kerja sama bidang ekonomi dan infrastruktur makin banyak. Terutama investasi China kan banyak sekali di Indonesia," ujar Fadli.

Diungkapkan juga bahwa hubungan perdagangan dan politik, sejarah dan budaya, membuktikan China adalah mitra penting Indonesia dan Asean. "Kita sampaikan kita sepakat. Bahkan kita mendukung Bank Infrastruktur Asia yang diinisiasi RRC. Selain itu gagasan poros maritim abad 21 digagas RRC juga kita akui," kata Fadli.

Fadli juga menekankan bahwa Indonesia ingin melihat ada peningkatan nilai perdagangan Indonesia ke China. Karena selama ini, Indonesia selalu memiliki defisit neraca perdagangan dengan China.

Menurut Fadli, dari hasil pertemuan dengan Parlemen China itu, Pemerintah harus bersedia mengakui bahwa Indonesia cukup tergantung pada China. Maka Indonesia perlu ada keseimbangan. "Kita harus tingkatkan juga investasi negara lain di Indonesia seperti dari Jepang, Eropa, dan AD. Harus ada diversifikasi,’’ paparnya. Sehingga ketika ada apa-apa dengan salah satu negara, Indonesia masih aman.

Sementara soal isu Laut China Selatan, diakui Fadli bahwa hal itu tak terlalu disinggung di dalam pertemuan bilateral itu. "Sejauh ini, tentu leading diplomacy ada di Kemenlu RI. Saya kira sudah banyak usaha-usaha untuk melobi soal itu. Yang pasti DPR berharap Indonesia harus lebih proaktif, terutama jangan sampai ada konflik," ujarnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia- Prancis Teken...
Indonesia- Prancis Teken Kerjasama Pertahanan termasuk Caesar dan Amunisi buatan KNDS France
Bilateral Menteri Keuangan...
Bilateral Menteri Keuangan RI-AS
Pentingnya Membangun...
Pentingnya Membangun Pemahaman Kerjasama Bilateral Indonesia-China
Indonesia–Swiss Teken...
Indonesia–Swiss Teken Mou Kerjasama Penanggulangan Bencana
Indonesia-India Teken...
Indonesia-India Teken Kerjasama Keselamatan dan Keamanan Maritim
Inggris-Indonesia Sepakat...
Inggris-Indonesia Sepakat Perpanjang Kemitraan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
1 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
2 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
3 jam yang lalu
Infografis
15 Jurusan UI yang Sepi...
15 Jurusan UI yang Sepi Peminat, Referensi Tingkatkan Peluang Lolos SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved