ESDM: Pergantian Pimpinan Freeport Jangan Ganggu Komitmen Perusahaan
Rabu, 20 Januari 2016 - 21:16 WIB
ESDM: Pergantian Pimpinan Freeport Jangan Ganggu Komitmen Perusahaan
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Energi (ESDM) Sudirman Said mengatakan pergantian pimpinan (leadersip) di tubuh PT Freeport Indonesia (PTFI) jangan sampai mengganggu komitmen perusahaan terhadap pemerintah Indonesia. Meski demikian, dia tetap menghormati keputusan internal walaupun dari segi perusahaan, Freeport harus memperhatikan beberapa komitmen, di antaranya divestasi dan pembangunan smelter.
"Kita mendengar dari media ada pergantian chairman di Amerika Serikat dan belakangan ini, Dirut Freeport Indonesia juga. Sampai hari ini belum ada pemberitahuan tertulis. Pemerintah menghormati keputusan internal, tapi saya ingatkan pergantian leadership jangan sampai menghambat komitmen PT Freeport, soal divestasi dan pembangunan smelter," ujar Sudirman di Ditjen Ketenagalistrikan Jakarta, Rabu (20/1/2016)
Mengenai divestasi, Sudirman mengatakan, pihaknya sudah terima surat pada 14 Januari 2016, dan pihaknya mengingatkan proses yang harus dilakukan dan menyampaikan kepada masyarakat. (Baca: Presdir Freeport Maroef Sjamsoeddin Mengundurkan Diri)
"Tugas Kementerian ESDM adalah menjaga proses agar sesuai waktu dan diyakinkan semua proses divestasi berjalan fair, terbuka dan profesional," katanya.
Untuk pembahasan harga saham, lanjut dia, jika dinilai terlalu mahal pemerintah akan mencari solusi supaya semuanya sesuai dengan berbagai macam pertimbangan. "Kalau bahasan harga saham terlalu mahal akan dicarikan solusi oleh penilai supaya nanti semua asumsi dan pertimbangan dimasukkan ke sana," jelasnya. (Baca: Maroef Tinggalkan Freeport, Ada Permainan Tingkat Tinggi)
Ketika ditanya berapa harga saham yang pantas untuk PT Freeport Indonesia? Sudirman enggan menjawab. Dia mengatakan, pemerintah akan menyerahkan semuanya kepada tim penilai. "Biarkan tim penilai yang bekerja, mereka akan memutuskan berapa yang pantas," tandasnya.
"Kita mendengar dari media ada pergantian chairman di Amerika Serikat dan belakangan ini, Dirut Freeport Indonesia juga. Sampai hari ini belum ada pemberitahuan tertulis. Pemerintah menghormati keputusan internal, tapi saya ingatkan pergantian leadership jangan sampai menghambat komitmen PT Freeport, soal divestasi dan pembangunan smelter," ujar Sudirman di Ditjen Ketenagalistrikan Jakarta, Rabu (20/1/2016)
Mengenai divestasi, Sudirman mengatakan, pihaknya sudah terima surat pada 14 Januari 2016, dan pihaknya mengingatkan proses yang harus dilakukan dan menyampaikan kepada masyarakat. (Baca: Presdir Freeport Maroef Sjamsoeddin Mengundurkan Diri)
"Tugas Kementerian ESDM adalah menjaga proses agar sesuai waktu dan diyakinkan semua proses divestasi berjalan fair, terbuka dan profesional," katanya.
Untuk pembahasan harga saham, lanjut dia, jika dinilai terlalu mahal pemerintah akan mencari solusi supaya semuanya sesuai dengan berbagai macam pertimbangan. "Kalau bahasan harga saham terlalu mahal akan dicarikan solusi oleh penilai supaya nanti semua asumsi dan pertimbangan dimasukkan ke sana," jelasnya. (Baca: Maroef Tinggalkan Freeport, Ada Permainan Tingkat Tinggi)
Ketika ditanya berapa harga saham yang pantas untuk PT Freeport Indonesia? Sudirman enggan menjawab. Dia mengatakan, pemerintah akan menyerahkan semuanya kepada tim penilai. "Biarkan tim penilai yang bekerja, mereka akan memutuskan berapa yang pantas," tandasnya.
(dmd)
Lihat Juga :