Rupiah Diramal Masih dalam Tren Pelemahan

Kamis, 21 Januari 2016 - 07:57 WIB
Rupiah Diramal Masih...
Rupiah Diramal Masih dalam Tren Pelemahan
A A A
JAKARTA - Laju rupiah pada hari ini diramal masih dalam tren pelemahan, jika tidak ada intervensi dari peningkatan volume beli, setelah kemarin ditutup tidak berdaya.

"Apalagi jika melihat laju yuan yang masih melemah dan laju USD yang tetap naik," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (21/1/2016).

Namun, kata Reza, masih berharap akan adanya penguatan agar laju rupiah tidak semakin dalam penurunannya. Tetap mewaspadai jika tren pelemahan kembali terjadi.

Dia memprediksi rupiah cenderung melemah terbatas di support Rp14.040/USD dan resisten Rp13.815/USD. Reza mengatakan, dirilisnya proyeksi IMF terhadap ekonomi global nyatanya membuat sejumlah mata uang di Asia tidak berdaya.

International Monetary Fund (IMF) menurunkan proyeksi pertumbuhan global tahun ini, sehingga memicu pelaku pasar untuk melakukan aksi jual terhadap beberapa valuta asing.

Di sisi lain, pelemahan minyak yang kembali di level terendah dan hingga kini seolah belum menemukan bottom-nya masih menjadi rentetan sentimen negatif beberapa mata uang negara berkembang khususnya yang sangat berpengaruh terhadap komoditas.

Rupiah juga sejalan dengan yuan, sempat melemah di area Rp13.900/USD sebelum akhirnya mampu kembali naik tipis. Meski pelemahan ini seiring dengan pesimisnya pelaku pasar terhadap keadaan ekonomi.

"Yang membuat pelaku pasar melakukan tekanan aksi jual dan lebih memegang USD untuk mengantisipasi daripada ketidakpastian ekonomi ini sendiri untuk sementara waktu," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
3 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
3 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
4 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
5 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
5 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved