Harga Minyak Bisa Turun di Bawah USD20/barel, Indonesia Harus Waspada
Kamis, 21 Januari 2016 - 14:47 WIB
Harga Minyak Bisa Turun di Bawah USD20/barel, Indonesia Harus Waspada
A
A
A
JAKARTA - Chief Executive Officer (CEO) MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) mengemukakan, harga minyak dunia pada tahun ini bisa turun di bawah level USD20 per barel. Dalam menghadapi hal ini Indonesia harus waspada.
Menurut HT, selama ini ekonomi Indonesia bergantung pada sektor komoditas, seperti minyak bumi, gas, mineral, dan kelapa sawit. Turunnya harga komoditas ini membuat perekonomian melambat.
"Melihat perkembangan dunia, semakin membuat bingung. Harga minyak dunia turun drastis, terendah dalam 13 tahun lalu. Kita kembali ke awal 2000-an," ujarnya, dalam acara "News Forum Indonesia 2016 Challenges and Opportunities" bersama Wapres RI Jusuf Kalla di MNC News Center, Jakarta, Kamis (20/1/2016). .
HT menerangkan, argumen yang muncul dari penurunan harga minyak dunia ini bisa murni alamiah dengan pertimbangan dibukanya embargo Iran atau ada konspirasi yang terjadi di dalamnya. "Ada artikel yang mengatakan, dimungkinkan konspirasi dari Timur Tengah dan AS untuk menjatuhkan Rusia dan Iran," imbuhnya.
Jika konspirasi, lanjut Ketua Umum Partai Perindo ini, dropnya harga minyak dunia akan terjadi lama. Jika demikian, yang bisa kena dampak adalah Indonesia.
"Karena kalau harga minyak turun drastis, Indonesia bergantung ke komoditas. Kalau pertimbangan komersial, mudah-mudahan bisa kembali lebih cepat," tandasnya.
Menurut HT, selama ini ekonomi Indonesia bergantung pada sektor komoditas, seperti minyak bumi, gas, mineral, dan kelapa sawit. Turunnya harga komoditas ini membuat perekonomian melambat.
"Melihat perkembangan dunia, semakin membuat bingung. Harga minyak dunia turun drastis, terendah dalam 13 tahun lalu. Kita kembali ke awal 2000-an," ujarnya, dalam acara "News Forum Indonesia 2016 Challenges and Opportunities" bersama Wapres RI Jusuf Kalla di MNC News Center, Jakarta, Kamis (20/1/2016). .
HT menerangkan, argumen yang muncul dari penurunan harga minyak dunia ini bisa murni alamiah dengan pertimbangan dibukanya embargo Iran atau ada konspirasi yang terjadi di dalamnya. "Ada artikel yang mengatakan, dimungkinkan konspirasi dari Timur Tengah dan AS untuk menjatuhkan Rusia dan Iran," imbuhnya.
Jika konspirasi, lanjut Ketua Umum Partai Perindo ini, dropnya harga minyak dunia akan terjadi lama. Jika demikian, yang bisa kena dampak adalah Indonesia.
"Karena kalau harga minyak turun drastis, Indonesia bergantung ke komoditas. Kalau pertimbangan komersial, mudah-mudahan bisa kembali lebih cepat," tandasnya.
(dmd)
Lihat Juga :