Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun

Rabu, 08 Juli 2026 - 21:18 WIB
loading...
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar saham Indonesia masuk dalam daftar pantauan (watchlist) S&P Dow Jones Indices (S&P DJI). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkirakan potensi arus keluar modal asing (capital outflow) mencapai sekitar 200 juta dolar AS atau setara Rp3,6 triliun hingga Rp4 triliun menyusul masuknya Indonesia dalam daftar pantauan (watchlist) S&P Dow Jones Indices (S&P DJI). Kendati demikian, BEI menilai potensi tersebut tidak akan terjadi secara langsung karena masih terdapat masa evaluasi sebelum perubahan klasifikasi pasar diberlakukan.

"Yang saya dengar dari beberapa pihak, potensi outflow sekitar 200 juta dolar AS atau sekitar Rp3,6 triliun hingga Rp4 triliun. Tapi kami masih mencari angka dan menghitung kira-kira berapa dana yang benar-benar akan keluar," kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, saat ditemui di Gedung BEI, Rabu (8/7/2026).

Baca Juga: S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara

Irvan mengatakan BEI masih terus mendalami besaran potensi arus modal keluar sebagai dampak dari rencana evaluasi status pasar modal Indonesia oleh S&P DJI, yang berpotensi menurunkan klasifikasi Indonesia dari emerging market menjadi frontier market. Menurut dia, hingga kini belum ada angka pasti mengenai dana asing yang akan keluar dari pasar saham domestik.

Meski mengakui adanya potensi outflow, Irvan menegaskan dampaknya tidak akan terjadi secara instan. Berdasarkan mekanisme evaluasi indeks global, penyedia indeks umumnya memberikan masa transisi sekitar satu tahun sebelum perubahan klasifikasi resmi diterapkan.

"Mereka biasanya masih memberikan waktu, kalau tidak salah sekitar satu tahun di suratnya. Jadi kami berharap sebelum itu atau dalam waktu dekat kami sudah bisa melakukan perbaikan sehingga mereka bisa mengeluarkan pernyataan yang lebih positif," ujarnya.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
Gugurkan Tren Penguatan,...
Gugurkan Tren Penguatan, IHSG Merosot 1,89% ke 5.873 Sore Ini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
IHSG Babak Belur di...
IHSG Babak Belur di Paruh Pertama 2026, Modal Asing Sepanjang Juni Kabur Rp19,63 Triliun
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
Tips MotionTrade: Strategi...
Tips MotionTrade: Strategi Trading Waran Terstruktur
IHSG Akhir Pekan Ditutup...
IHSG Akhir Pekan Ditutup Menguat 2,28 Persen
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rekomendasi
Kunci Konvensional Mulai...
Kunci Konvensional Mulai Ditinggalkan, Eazy Lock E1 dan Premium Lock L1 Jadi Standar Baru Keamanan Rumah
Tingginya Antusiasme...
Tingginya Antusiasme Peserta saat Ikuti Perlombaan Antar Madrasah Diniyah yang Digelar MNC Lido dan MNC Peduli
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
Infografis
Jadi Jantung Ekonomi...
Jadi Jantung Ekonomi RI, Jumlah Kelas Menengah Turun Drastis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved