PLN Diminta Incar Pelanggan Industri Baru

Jum'at, 22 Januari 2016 - 13:12 WIB
PLN Diminta Incar Pelanggan...
PLN Diminta Incar Pelanggan Industri Baru
A A A
JAKARTA - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri menilai, PT PLN (Persero) tidak bisa lagi mengharapkan pemasukan dari pelanggan industri berbasis komoditas, seperti pertanian, pertambangan, dan industri. Pasalnya, harga komoditas yang anjlok di pasar global membuat mereka mengerem kegiatan operasionalnya.

(Baca Juga: Faisal Basri Ungkap Penyebab Penjualan Listrik PLN Turun)

Dia mengatakan, saat ini harga seluruh produk komoditas mulai dari minyak sawit, karet, hingga batu bara merosot tajam. Bahkan diperkirakan, harganya masih akan terus tertekan dan baru sedikit balik menguat (rebound) pada 2017.

"Akibatnya sektor-sektor yang diatas (pertanian, pertambangan, dan industri) turun.‎ Pertumbuhan penjualan PLN akan lebih baik performancenya untuk sektor-sektor lain," katanya dalam acara PLN Outlook 2016 di Jakarta, Jumat (22/1/2016).

Menurutnya, sektor pelanggan dari industri berbasis teknologi dan komunikasi, kesehatan, dan pendidikan harus menjadi sasaran baru BUMN (Badan Usaha Milik Negara) kelistrikan tersebut. Selain itu, sektor industri konstruksi dan jasa bisnis juga bisa dijadikan target baru PLN.‎

""Jadi kita harus lihat profil pelanggan kita yang dinamis, butuhnya seperti apa, we have to adjust to their needs (kita harus melihat kebutuhan mereka). Jadi more customer oriented (berorientasi pelanggan lain) planningnya PLN," sambungnya.

Jika PLN tetap mempertahankan pelanggan pada industri berbasis komoditas, sambung mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas ini, pertumbuhannya saat ini hanya 2%. Sementara industri jasa masih di rata-rata 6%.‎

"Ini harus dilihat tidak cukup PDB (Pendapatan Domestik Bruto) secara keseluruhan, tapi sektoral. Karena kita kehilangan gambaran perubahan mendasar dalam ekonomi indo‎nesia," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
PLN Runners Bertekad...
PLN Runners Bertekad Sukseskan PLN Mobile Color Run 2025 di Palembang
Program Ikatan Kerja...
Program Ikatan Kerja PT PLN (Persero) Resmi Dibuka, Ini Persyaratannya!
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
PLN Startup Day 2025...
PLN Startup Day 2025 Dukungan Kembangkan Startup Greentech Indonesia
Viral, Tiang Listrik...
Viral, Tiang Listrik Berdiri di Tanah Warga, Mau Dipindah PLN Minta Rp12,6 Juta
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
5 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
5 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
6 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
6 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
6 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
7 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved