Pajak Sapi Potong Dinilai Matikan Peternak Lokal

Jum'at, 22 Januari 2016 - 17:52 WIB
Pajak Sapi Potong Dinilai...
Pajak Sapi Potong Dinilai Matikan Peternak Lokal
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) Joni Liano mengungkapkan, pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10% untuk untuk impor sapi bakalan dan sapi siap potong yang tertuang dalam PMK nomor 267 tahun 2015, dinilai sangat kontradiktif dengan keinginan pemerintah dalam menggerakkan ekonomi.

(Baca Juga: Kena Pajak, Harga Sapi Impor Diprediksi Makin Melambung)

Menurutnya harga daging sapi stabil meskipun ada impor di tengah kondisi suplai dan demand yang akurat. "Harga stabil, kondusif, lalu ada PPN 10%, itu beban konsumen, sekarang artinya sangat kontradiktif dengan maunya pemerintah. dalam menstabilkan harga daging sapi. Terus ditambah pajak artinya harga sapi naik 10%, daya beli masyarakat akan turun. Imbasnya ekonomi tidak bergerak," jelasnya di Jakarta, Jumat (21/1/2016).

Dia menerangkan jika hal ini terus terjadi, harga di pasar bisa naik tajam dan menyebabkan ancaman inflasi tinggi buat Indonesia. Terlebih lagi, menurutnya ini akan mematikan budidaya peternakan Indonesia.

"‎Agak sedikit aneh, daging sapi dibebaskan dari PPN tapi sapinya dikenakan pajak. Ini aneh. Sekarang orang makan sapi di negeri ini, ada sapi lokal, bakalan dan impor. Sama saja kebijakan ini mematikan budidaya peternakan Indonesian, karena lebih mahal sapi hidupnya, ditambah pajak 10%. Ini Sama saja kita beri subsidi kepada peternak luar negeri," sambungnya.

Dijelaskan jika dengan kondisi ini, maka berujung pada pemberian kesempatan buat peternak luar negeri. Imbasnya pengusaha sapi di Indonesia akan mati, Dia mengatakan kondisi ini tinggal tunggu waktu saja.

"Daging produksi dalam negeri tidak akan ada daya saingnya. Kalau tidak ada daya saing tunggu saja kematiannya, oleh karena itu kita minta dibatalkan peraturan menteri keuangan ini," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Didorong Pusat Bantu...
Didorong Pusat Bantu Pasokan Daging Sapi, Peternak Kobar Diminta Tingkatkan Inovasi
Gawat! Produksi Daging...
Gawat! Produksi Daging Sapi Tidak Cukup Memenuhi Kebutuhan Nasional
DPR Dukung Rencana Erick...
DPR Dukung Rencana Erick Thohir Beli Peternakan Sapi di Belgia
Ini Alasan Daging Sapi...
Ini Alasan Daging Sapi Australia Memiliki Kualitas Terbaik
Penyakit Mulut dan Kuku...
Penyakit Mulut dan Kuku serta UU Peternakan
Erick Thohir Incar Peternakan...
Erick Thohir Incar Peternakan Sapi di Belgia
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
3 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Inilah Bupati Pati yang...
Inilah Bupati Pati yang Diprotes Warganya karena Naikkan Pajak 250%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved