Soal Blok Masela, Faisal Basri Minta Rizal Ramli Ditertibkan

Jum'at, 22 Januari 2016 - 23:20 WIB
Soal Blok Masela, Faisal...
Soal Blok Masela, Faisal Basri Minta Rizal Ramli Ditertibkan
A A A
JAKARTA - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri menyindir sikap Menteri Koordinator (Menko) bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli terkait pengembangan kilang di Blok Masela, Maluku yang membuat gaduh dan menciptakan ketidakpastian bagi investor. Bahkan, dia secara terang-terangan meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menertibkan Rizal Ramli.

Betapa tidak, Mantan Menko bidang Perekonomian ini secara mengejutkan memunculkan opsi baru dalam rencana pengembangan kilang di Blok Masela, yaitu lewat jalur darat dengan skema pipanisasi (onshore). Alasannya, skema pipanisasi akan menciptakan multiplier effect terhadap perekonomian di lingkungan sekitar.

"Jadi ini sejak 2010 floating (di Blok Masela), tiba-tiba muncul 2015 onshore," ujarnya di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (22/1/2016).

Presiden Jokowi lantas meminta konsultan independen dalam hal ini Poten and Partner untuk mengkaji dua opsi tersebut. Hasilnya, Poten and Partner merekomendasikan kilang dibangun di laut atau dengan skema floating LNG (onshore).

"Pak Jokowi meminta lantas agar dikaji oleh perusahaan yang bereputasi dunia, dapatlah Poten. Poten udah persentasi, saya kebetulan di tim counterpart. Tapi tidak putus-putus juga. Jadi ini apa sih yang terjadi ini? Kan jadi aneh," bebernya.

Mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas ini menuturkan, jika kilang tersebut dibangun sejak saat ini, produksi baru bisa dilakukan paling cepat pada 2024. Jika menggunakan skema pipanisasi, maka akan membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk pembebasan lahan.

Bahkan, jika diasumsikan pembebasan tanahnya berlangsung selama lima tahun, maka kilang di Blok Masela baru berproduksi pada 2029 hingga 2030 mendatang.

"Enggak ada lagi yang percaya investor di sini. Tobat semua, dan pada akhirnya mengatakan ini pemerintahnya serius enggak sih tarik investor. Kok kita dipersulit terus, suatu yang sudah pasti jadi enggak pasti karena omongan satu menteri (Menko bidang Kemaritiman-Rizal Ramli). Ya harus ada penertiban lah (menterinya)," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rizal Ramli Kritisi...
Rizal Ramli Kritisi Sistem Ambang Batas dalam Pilkada dan Pilpres
Rizal Ramli Sebut Pembangunan...
Rizal Ramli Sebut Pembangunan Harus Membuat Rakyat Lebih Makmur, Bukan Sebaliknya
Minim Pengalaman, Kemampuan...
Minim Pengalaman, Kemampuan Inpex Kembangkan Blok Masela Diragukan
Emak-emak Taruh Harapan...
Emak-emak Taruh Harapan Besar Pada Rizal Ramli Untuk Bangkitkan Ekonomi
Rizal Ramli, Selamanya...
Rizal Ramli, Selamanya Oposisi untuk Menjaga Demokrasi
Proses Akuisisi Rampung,...
Proses Akuisisi Rampung, Pertamina dan Petronas Siap Sedot Gas di Blok Masela
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
3 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved