Soal Blok Masela, Pemerintah Lebih Untung Bangun Kilang di Laut

Jum'at, 22 Januari 2016 - 22:18 WIB
Soal Blok Masela, Pemerintah...
Soal Blok Masela, Pemerintah Lebih Untung Bangun Kilang di Laut
A A A
JAKARTA - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri menilai pembangunan kilang di Blok Masela, Maluku melalui jalur laut lewat skema floating LNG (offshore) lebih menguntungkan, dibanding menggunakan skema pipanisasi (onshore).

Dia menjelaskan, dua opsi yang muncul dalam pengembangan kilang di Lapangan Abadi tersebut sejatinya tidak menjadi hal yang penting bagi kontraktor, dalam hal ini Inpex Corporation dan Shell. Sebab, yang mereka tekankan adalah jatah internal rate of return (IRR) sebesar 12%.

"Mau apapun di darat atau di laut itu tidak ada urusan sama kontraktor. Paling penting dia 12% internal rate of return (IRR) nya. Mau pemerintah minta berapa, ujung-ujungnya 12% IRR nya," katanya di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (22/1/2016).

Kendati demikian, sambung mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas ini, jika menggunakan skema offshore maka pemerintah akan mendapat bagi hasil yang menguntungkan. "Kalau di laut, itu split nya kira-kira 70% pemerintah dan 30% Inpex sama Shell. Kemudian ada cost recovery," imbuh dia.

Sementara jika dibangun di darat, kemungkinan besar porsi bagi hasil antara pemerintah dan operator bisa terbalik. Sebab, skema pipanisasi membutuhkan ongkos lebih besar karena harus membangun pipa sepnjang 800 kilometer (km) dan tidak efisien.

"Sekarang muncul offshore, tetap dia (operator) minta 12% kan. Akibatnya apa? Tadinya 70% (pemerintah) dan 30% (contractor), karena ongkosnya naik tapi untung dia ingin tetap kan (12%), maka splitnya kan yang berubah. Pemerintahnya cuma dapat 20% dan merekanya 80%," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Minim Pengalaman, Kemampuan...
Minim Pengalaman, Kemampuan Inpex Kembangkan Blok Masela Diragukan
Proses Akuisisi Rampung,...
Proses Akuisisi Rampung, Pertamina dan Petronas Siap Sedot Gas di Blok Masela
Shell Akhirnya Lepas...
Shell Akhirnya Lepas Blok Masela ke Pertamina Jauh di Bawah Rp14,8 Triliun
Shell Cabut dari Proyek...
Shell Cabut dari Proyek Blok Masela, Inpex Resmi Cari Mitra Baru
Shell Belum Mundur dari...
Shell Belum Mundur dari Blok Masella, Masih Hitung-hitungan
Proyek Blok Masela Ikut...
Proyek Blok Masela Ikut Terganggu Imbas Covid-19
Berita Terkini
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
2 jam yang lalu
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
3 jam yang lalu
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
5 jam yang lalu
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
6 jam yang lalu
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
7 jam yang lalu
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
17 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved