Penguatan Rupiah Pekan Depan Bakal Dipengaruhi Dua Sentimen
Minggu, 24 Januari 2016 - 16:14 WIB
Penguatan Rupiah Pekan Depan Bakal Dipengaruhi Dua Sentimen
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pekan depan diyakini masih akan mendapatkan sentimen positif. Analis Ekonomi dari Indosurya Securities William Surya Wijaya menerangkan rupiah akan berada di level Rp13.800-Rp13.970/USD setelah akhir pekan kemarin ditutup membaik di kisaran level Rp13.800/USD.
Dia menambahkan setidaknya ada dua sentimen yang mempengaruhi pergerakan mata uang RI, mulai dari domestik dan sentimen global. "USD indeks kalau saya perhatikan mulai terdistribusi dan tidak lagi mencetak di level tertinggi sejak pertengahan tahun 2015 kalau tidak salah," jelasnya kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (24/1/2016).
Sedangkan untuk sentimen domestik, dijelaskan lebih karena stabilnya ekonomi Indonesia seiring program-program pemerintah sudah mulai terlihat pembangunannya, sehingga memperkuat minat investor untuk berinvestasi di Tanah Air dan sekaligus memberikan kepastian iklim ekonomi yang baik kepada mereka. "Ekonomi mulai membaik, inijuga ada kaitannya dengan cadangan devisa kita," lanjutnya.
Sementara dari global, menjelang masuknya Renminbi atau Yuan menjadi mata uang dunia diyakini akan membawa dampak posuitif untuk rupiah karena mulai dapat menghilangkan ketergantungan terhadap USD. Dia menerangkan karena China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia saat ini.
"Iya, memang ada pengaruh ke mata uang kita kalau renminbi jadi mata uang dunia. China partner dagang, sehingga kita tidak perlu sering melakukan transaksi pakai dolar. Ini akan juga pengaruh ke rupiah," pungkasnya.
Dia menambahkan setidaknya ada dua sentimen yang mempengaruhi pergerakan mata uang RI, mulai dari domestik dan sentimen global. "USD indeks kalau saya perhatikan mulai terdistribusi dan tidak lagi mencetak di level tertinggi sejak pertengahan tahun 2015 kalau tidak salah," jelasnya kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (24/1/2016).
Sedangkan untuk sentimen domestik, dijelaskan lebih karena stabilnya ekonomi Indonesia seiring program-program pemerintah sudah mulai terlihat pembangunannya, sehingga memperkuat minat investor untuk berinvestasi di Tanah Air dan sekaligus memberikan kepastian iklim ekonomi yang baik kepada mereka. "Ekonomi mulai membaik, inijuga ada kaitannya dengan cadangan devisa kita," lanjutnya.
Sementara dari global, menjelang masuknya Renminbi atau Yuan menjadi mata uang dunia diyakini akan membawa dampak posuitif untuk rupiah karena mulai dapat menghilangkan ketergantungan terhadap USD. Dia menerangkan karena China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia saat ini.
"Iya, memang ada pengaruh ke mata uang kita kalau renminbi jadi mata uang dunia. China partner dagang, sehingga kita tidak perlu sering melakukan transaksi pakai dolar. Ini akan juga pengaruh ke rupiah," pungkasnya.
(akr)