Pemerintah Tak Bisa Cegah Schlumberger PHK Karyawan

Senin, 25 Januari 2016 - 15:36 WIB
Pemerintah Tak Bisa...
Pemerintah Tak Bisa Cegah Schlumberger PHK Karyawan
A A A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku tidak bisa mencegah perusahaan Schlumberger yang merumahkan 10.000 karyawan dalam tiga bulan terakhir, sebagai dampak melorotnya harga minyak dunia.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM I GN Wiratmaja Puja mengemukakan, Schlumberger merupakan perusahaan jasa penunjang migas dan PHK terjadi di seluruh dunia. Karena itu, pemerintah tidak bisa mencegahnya.

"‎Kalau Schlumberger itu kan perusahaan penunjang dan itu seluruh dunia. Kalau industri penunjang kita hanya bisa mengimbau tidak bisa memaksa," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (25/1/2016).

Dia mengatakan, pihaknya hanya bisa meminta para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) agar tidak merumahkan karyawan. Sementara perusahaan penunjang migas seperti Schlumberger bukan KKKS yang dapat diatur pemerintah.

"Yang kita sangat konsen kan tentu pertama ini adalah KKKS kita ya Chevron dan sebagainya untuk kita minta agar tidak ada PHK besar-besaran," imbuh dia.

Jika ada pengurangan karyawan di KKKS, tambah Wirat, pihaknya berharap hal tersebut hanya natural saja dalam hal ini pensiun atau pindah kerja. Jadi, pemberhentian besar-besaran tidak terjadi di kontraktor migas Tanah Air.

"Dari situlah kita diskusi mereka butuh apa, sekarang lagi diskusi ada yang minta tax holiday, ada yang minta moratorium eksplorasi dan sebagainya ini sedang kita bahas, supaya industri hulu tetap jalan‎. Supaya mereka tetap bisa survive tanpa harus PHK‎," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Badai PHK Guncang Industri...
Badai PHK Guncang Industri Migas, BP Pecat 7.700 Karyawan dan Kontraktor
SKK Migas Minta Industri...
SKK Migas Minta Industri Hulu Migas Pertahankan Kegiatan dan Hindari PHK
Petronas Bakal PHK 5.000...
Petronas Bakal PHK 5.000 Karyawan, Guncangan Besar Industri Migas
Bisnis Kilang Sempoyongan,...
Bisnis Kilang Sempoyongan, Shell PHK Ratusan Karyawan
Exxon Berdarah-darah,...
Exxon Berdarah-darah, PHK Ratusan Karyawan di Singapura
Kemnaker Catat 18.000...
Kemnaker Catat 18.000 Pekerja Kena PHK di Awal Tahun 2025
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
3 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
3 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
3 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
4 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
4 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
4 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved