Sekjen Perindo: Indonesia Harus Perkuat Diversifikasi Pangan

Senin, 25 Januari 2016 - 22:08 WIB
Sekjen Perindo: Indonesia...
Sekjen Perindo: Indonesia Harus Perkuat Diversifikasi Pangan
A A A
JAKARTA - Hari Gizi Nasional ke-56 yang diperingati hari ini masih menyisakan catatan buruk bagi pemerintah. Berdasarkan data Food and Agriculture Organization of the United Nation (FAO), sebanyak 19,4 juta jiwa penduduk Indonesia dilanda kelaparan. Angka kelaparan di Indonesia tersebut merupakan yang tertinggi se-Asia Tenggara.

Sementara Kementerian Kesehatan mencatat, lebih dari 4,6 juta balita di tanah air mengalami gizi buruk. Dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi provinsi dengan persentase balita penderita gizi buruk tertinggi yakni 33%.

Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Perindo Ahmad Rofiq, tingginya angka kelaparan dan gizi di Tanah Air disebabkan rendahnya ketahanan pangan nasional. “Indonesia tidak punya ketahanan pangan. Itu berpengaruh terhadap pemenuhan gizi masyarakat, mengingat semua kebutuhan pangan kita impor,” ujarnya saat dihubungi, Senin (25/1/2016).

Seperti diketahui, Indonesia mengimpor berbagai kebutuhan pangan untuk memenuhi kebutuhan nasional. Mulai beras, gandum hingga kedelai. “Padahal itu kebutuhan primer yang bisa dijadikan sebagai bagian dari perbaikan gizi masyarakat,” katanya.

Akibat dipenuhi dari impor, lanjut dia, masyarakat kecil tidak dapat menjangkau kebutuhan pangan yang harganya meroket saat nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat melemah. “Seharusnya pemerintah melakukan pendekatan local content,” ungkapnya.

Artinya, Indonesia harus memperkuat penganekaragaman pangan berdasarkan kearifan lokal sehingga memiliki kemandirian dan ketahanan pangan. Selain beras, masih banyak makanan pokok lain yang dikonsumsi masyarakat di berbagai daerah seperti sagu, jagung dan umbi-umbian. Pangan lokal tersebut perlu ditingkatkan produksinya, sehingga bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Rofiq menambahkan, penganekaragaman pangan disesuaikan dengan potensi masing-masing daerah. “Harapan kita, pemerintah melakukan mapping terhadap potensi-potensi lokal melalui program diversifikasi pangan untuk membangun ketahanan pangan nasional,” tuturnya. (Andini Safitri)
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Elektabilitas Partai...
Elektabilitas Partai Perindo Meroket Hingga tembus3,3%
Presiden Jokowi: Parpol...
Presiden Jokowi: Parpol Harus Hati-hati Pilih Capres dan Cawapres
Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo...
Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo Buka Mukernas Perindo 2024
Partai Perindo: Mars...
Partai Perindo: Mars Partai Perindo dengan QR Code
Gerkindo Partai Perindo...
Gerkindo Partai Perindo Salurkan Bantuan Beras bagi Korban Bencana di NTT
Bermodal Kursi di Legislatif,...
Bermodal Kursi di Legislatif, Perindo KBB Optimistis Lolos Verifikasi KPU
Berita Terkini
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
15 menit yang lalu
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
34 menit yang lalu
Purbaya: Stabilitas...
Purbaya: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Enam Minggu Beroperasi,...
Enam Minggu Beroperasi, DSI Himpun Devisa USD10,5 Miliar
1 jam yang lalu
Pengetatan Standar Migrasi...
Pengetatan Standar Migrasi BPA Galon Polikarbonat Dipertanyakan, Pakar: Perlu Ada Studi
1 jam yang lalu
Prabowo Pamer Bank Emas...
Prabowo Pamer Bank Emas Indonesia Kelola 153 Ton Emas dalam Setahun
1 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved