Harga Minyak Dunia Kembali Tertekan ke Level USD29/Barel
Selasa, 26 Januari 2016 - 10:23 WIB
Harga Minyak Dunia Kembali Tertekan ke Level USD29/Barel
A
A
A
JAKARTA - Harga minyak mentah berjangka AS pada sesi perdagangan Asia hari ini, Selasa (26/1/2016) kembali menyusut di bawah USD30 per barel atau lebih dari 6% pelemahan dibandingkan sesi sebelumnya. Produksi minyak Irak yang sempat mencapai rekor bulan lalu dinilai membuat produksi global kembali meningkat.
Dilansir Reuters, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat turun 47 sen atau 1,55% menjadi USD29,87 per barel pada pukul 23.09 GMT setelah sempat bertahan di posisi USD30,34 per barel atau 5,2% pada sesi-sesi sebelumnya. Sementara patokan minyak mentah jenis Brent cenderung menetap di level USD30,50 per barel, meski masih melemah dibanding akhir pekan kemarin.
Produksi minyak Irak mencetak rekor pada bulan Desember dan diyakini mereka akan kembali meningkatkan produksi di tahun ini untuk mencapai level 4 juta barel per hari (bpd). Pejabat industri minyak OPEC dan Rusia memprediksi pasokan minyak global akan tembus ke posisi terburuk dalam satu dekade terakhir, sementara Arab Saudi bertekad memberikan keseimbangan ke pasar.
Penurunan kembali minyak dunia membuat indeks Wall Street awal pekan kemarin waktu setempat berakhir melemah setelah mayoritas saham energi di bursa saham terperosok. Grup energi S & P yakni SPNY turun 4,5% dan mencatat sebagai sektor terburuk. Saham Exxon (XOM.N) dan Chevron (CVX.N) masing-masing melemah lebih dari 3%, sedangkan ConocoPhillips (COP.N) anjlok hingga 9,2% setelah Barclays mengatakan pihak perusahaan harus memotong pembagian dividen setidaknya 75%.
Dampak minyak mentah dunia melemah berakibat mayoritas indeks utama tercatat tergelincir 1%, setelah pada dua sesi sebelumnya Wall Street sempat membaik. Sementara 10 sektor indeks S & P mayoritas mengalami tekanan cukup dalam. Indeks Dow Jones Industrial Average menyusut 208,29 poin atau 1,29% ke level 15.885,22 diikuti indeks S & P 500 yang kehilangan 29,82 poin atau 1,56% ke posisi 1.877,08.
Dilansir Reuters, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat turun 47 sen atau 1,55% menjadi USD29,87 per barel pada pukul 23.09 GMT setelah sempat bertahan di posisi USD30,34 per barel atau 5,2% pada sesi-sesi sebelumnya. Sementara patokan minyak mentah jenis Brent cenderung menetap di level USD30,50 per barel, meski masih melemah dibanding akhir pekan kemarin.
Produksi minyak Irak mencetak rekor pada bulan Desember dan diyakini mereka akan kembali meningkatkan produksi di tahun ini untuk mencapai level 4 juta barel per hari (bpd). Pejabat industri minyak OPEC dan Rusia memprediksi pasokan minyak global akan tembus ke posisi terburuk dalam satu dekade terakhir, sementara Arab Saudi bertekad memberikan keseimbangan ke pasar.
Penurunan kembali minyak dunia membuat indeks Wall Street awal pekan kemarin waktu setempat berakhir melemah setelah mayoritas saham energi di bursa saham terperosok. Grup energi S & P yakni SPNY turun 4,5% dan mencatat sebagai sektor terburuk. Saham Exxon (XOM.N) dan Chevron (CVX.N) masing-masing melemah lebih dari 3%, sedangkan ConocoPhillips (COP.N) anjlok hingga 9,2% setelah Barclays mengatakan pihak perusahaan harus memotong pembagian dividen setidaknya 75%.
Dampak minyak mentah dunia melemah berakibat mayoritas indeks utama tercatat tergelincir 1%, setelah pada dua sesi sebelumnya Wall Street sempat membaik. Sementara 10 sektor indeks S & P mayoritas mengalami tekanan cukup dalam. Indeks Dow Jones Industrial Average menyusut 208,29 poin atau 1,29% ke level 15.885,22 diikuti indeks S & P 500 yang kehilangan 29,82 poin atau 1,56% ke posisi 1.877,08.
(akr)
Lihat Juga :