Pengamat: Pemerintah Sengaja Tahan Harga BBM
Selasa, 26 Januari 2016 - 11:49 WIB
Pengamat: Pemerintah Sengaja Tahan Harga BBM
A
A
A
JAKARTA - Keputusan pemerintah yang bersikeras tidak menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah merosotnya minyak mentah dunia hingga sempat tembus di bawah USD30 per barel menurut pengamat syarat kepentingan. Pengamat Hukum Sumber Daya Alam dari Universitas Tarumanegara, Ahmad Redi menilai pemerintah salah bila tetap melakukan evaluasi tiga bulanan dalam penetapan harga BBM.
(Baca Juga: DPR Desak Pemerintah Turunkan Harga BBM Secepatnya)
“Pemerintah salah menetapkan harga BBM subsidi setiap 3 bulanan. Padahal penurunan harga (minyak dunia) begitu dinamis, terjadi setiap hari. Kalau seperti ini dimana keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil,” tegas ketika dihubungi, Selasa (25/1/2016).
Menurutnya ada kesan pemerintah akan tetap bertahan pada harga BBM saat ini ketika minyak dunia sedang anjlok. “Bahkan terkesan mereka (pemerintah) ogah menurunkan. Mestinya dengan kondisi (penurunan) saat ini, pemerintah dapat konsisten menurunkan harganya per bulan atau per dua pekan,” papar dia.
(Baca Juga: Minyak Dunia Melorot, Pemerintah Keukeuh Tak Turunkan Harga BBM)
Selain itu, Dia juga mencurigai ada kepentingan dan permainan di balik keputusan pemerintah yang tetap tidak ingin menurunkan harga BBM segera. “Ini ada apa? Justru ini menjadi persoalan besar. Apakah ada permainan di Pertamina? Ini tentu mecurigakan. Bahkan tidak ada upaya dari pemerintah untuk membangun kilang minyak baru. Sementara Pertamina bisa untung besar,” tudingnya.
(Baca Juga: DPR Desak Pemerintah Turunkan Harga BBM Secepatnya)
“Pemerintah salah menetapkan harga BBM subsidi setiap 3 bulanan. Padahal penurunan harga (minyak dunia) begitu dinamis, terjadi setiap hari. Kalau seperti ini dimana keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil,” tegas ketika dihubungi, Selasa (25/1/2016).
Menurutnya ada kesan pemerintah akan tetap bertahan pada harga BBM saat ini ketika minyak dunia sedang anjlok. “Bahkan terkesan mereka (pemerintah) ogah menurunkan. Mestinya dengan kondisi (penurunan) saat ini, pemerintah dapat konsisten menurunkan harganya per bulan atau per dua pekan,” papar dia.
(Baca Juga: Minyak Dunia Melorot, Pemerintah Keukeuh Tak Turunkan Harga BBM)
Selain itu, Dia juga mencurigai ada kepentingan dan permainan di balik keputusan pemerintah yang tetap tidak ingin menurunkan harga BBM segera. “Ini ada apa? Justru ini menjadi persoalan besar. Apakah ada permainan di Pertamina? Ini tentu mecurigakan. Bahkan tidak ada upaya dari pemerintah untuk membangun kilang minyak baru. Sementara Pertamina bisa untung besar,” tudingnya.
(akr)
Lihat Juga :