Bankir Percaya RI Mampu Hadapi Kondisi Ekonomi Global
Rabu, 27 Januari 2016 - 11:13 WIB
Bankir Percaya RI Mampu Hadapi Kondisi Ekonomi Global
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Budi Gunadi Sadikin mengaku masih percaya Indonesia dapat menghadapi kondisi ekonomi global yang sedang terpuruk. Sebab, Indonesia bukan menjadi yang terburuk dibanding negara lain.
Dia menyebutkan, produk domestik bruto (PDB) Indonesia sepanjang 2015 terus menunjukkan tren penguatan. Pada kuartal II/2015 memang PDB mencapai titik terendah yaitu 4,6%. Namun, pada kuartal III/2015 mulai balik menguat hingga PDB Indonesia mencapai 4,7%.
"Jadi, paling tidak ada peningkatan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya dalam acara Mandiri Investment Forum 2016 'Optimizing Private Sector and Local Government Contribution' di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (27/1/2016).
Tak hanya itu, dalam pertemuan World Economic Forum (WEF) di Davos beberapa waktu lalu disebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi ke-7 tercepat di dunia. Sementara, negara lain seperti Brazil dan Rusia, perekonomiannya justru tengah menurun (downgrade).
Artinya, masih ada peluang untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Peluang ada di Indonesia, tidak di negara lain di dunia. Saya rasa tidak lama lagi, grade investasi akan meningkat di Indonesia. Sedangkan Brazil dan Rusia, mereka downgrade peringkat mereka. Di indonesia ada kemungkinan besar berada dalam grade investasi," imbuh dia.
Indonesia, sambung Budi, juga didukung oleh pertumbuhan ekonomi daerah yang tinggi. Bahkan, daerah seperti Bandung dan Jawa Tengah mencatatkan PDB jauh lebih tinggi dari rata-rata PDB nasional, dengan masing-masing berada di angka 8,5% dan 5%.
"Jadi, kalau bisa memilih, Anda akan temukan pulau kesempatan investasi di Indonesia. Ketika angin perubahan itu tiba, sebagian besar negara akan terkejut. Tapi hanya negara yang siap akan melihat perubahan dan angin tersebut akan menggerakkan kincir anginnya," tandasnya.
Dia menyebutkan, produk domestik bruto (PDB) Indonesia sepanjang 2015 terus menunjukkan tren penguatan. Pada kuartal II/2015 memang PDB mencapai titik terendah yaitu 4,6%. Namun, pada kuartal III/2015 mulai balik menguat hingga PDB Indonesia mencapai 4,7%.
"Jadi, paling tidak ada peningkatan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya dalam acara Mandiri Investment Forum 2016 'Optimizing Private Sector and Local Government Contribution' di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (27/1/2016).
Tak hanya itu, dalam pertemuan World Economic Forum (WEF) di Davos beberapa waktu lalu disebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi ke-7 tercepat di dunia. Sementara, negara lain seperti Brazil dan Rusia, perekonomiannya justru tengah menurun (downgrade).
Artinya, masih ada peluang untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Peluang ada di Indonesia, tidak di negara lain di dunia. Saya rasa tidak lama lagi, grade investasi akan meningkat di Indonesia. Sedangkan Brazil dan Rusia, mereka downgrade peringkat mereka. Di indonesia ada kemungkinan besar berada dalam grade investasi," imbuh dia.
Indonesia, sambung Budi, juga didukung oleh pertumbuhan ekonomi daerah yang tinggi. Bahkan, daerah seperti Bandung dan Jawa Tengah mencatatkan PDB jauh lebih tinggi dari rata-rata PDB nasional, dengan masing-masing berada di angka 8,5% dan 5%.
"Jadi, kalau bisa memilih, Anda akan temukan pulau kesempatan investasi di Indonesia. Ketika angin perubahan itu tiba, sebagian besar negara akan terkejut. Tapi hanya negara yang siap akan melihat perubahan dan angin tersebut akan menggerakkan kincir anginnya," tandasnya.
(izz)
Lihat Juga :