Menkeu Pede RI Masuk 10 Besar Ekonomi Terbesar Dunia
Rabu, 27 Januari 2016 - 13:30 WIB
Menkeu Pede RI Masuk 10 Besar Ekonomi Terbesar Dunia
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro percaya diri (pede) bahwa Indonesia dalam beberapa tahun ke depan dapat masuk menjadi 10 besar negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Hal tersebut diungkapkannya dalam acara Mandiri Investment Forum 2016.
Dia mengatakan, sejauh ini Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara dengan tingkat perekonomian terbesar pertama di dunia, dilihat dari tingkat Produk Domestik Bruto (PDB) Negeri Paman Sam -julukan AS- tersebut. Sementara di urutan kedua, China yang saat ini pertumbuhan ekonominya tengah mengalami perlambatan.
"Saya setuju China melambat (pertumbuhan ekonominya). Tapi PDB mereka masih nomor dua di dunia," katanya di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (27/1/2016).
Pada tahun lalu, lanjut Dia, China hanya tumbuh 6,9%. Meski begitu, mantan Wakil Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini optimis dalam beberapa tahun ke depan China justru akan menyalip AS dan menjadi negara dengan tingkat PDB paling besar di dunia.
"Walaupun hanya tumbuh 6%, kedepan Tiongkok bisa menjadi nomor 1. Karena sekarang saja, AS dengan ekonomi terbesar hanya tumbuh 2,5%," imbuh dia.
Sementara Indonesia, saat ini masih berada dalam urutan ke-15 negara dengan tingkat perekonomian terbesar di dunia. Namun, Dia optimis dalam beberapa tahun ke depan akan mampu masuk dalam jajaran sepuluh besar negara dengan perekonomian terbesar di dunia.
"Strategi dari sisi pertumbuhan adalah bagaimana meningkatkan nominal (PDB) seperti yang dilakukan Tiongkok. Posisi kita sekarang di peringkat 15, dan berpotensi berada di nomor 10," tandasnya.
Dia mengatakan, sejauh ini Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara dengan tingkat perekonomian terbesar pertama di dunia, dilihat dari tingkat Produk Domestik Bruto (PDB) Negeri Paman Sam -julukan AS- tersebut. Sementara di urutan kedua, China yang saat ini pertumbuhan ekonominya tengah mengalami perlambatan.
"Saya setuju China melambat (pertumbuhan ekonominya). Tapi PDB mereka masih nomor dua di dunia," katanya di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (27/1/2016).
Pada tahun lalu, lanjut Dia, China hanya tumbuh 6,9%. Meski begitu, mantan Wakil Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini optimis dalam beberapa tahun ke depan China justru akan menyalip AS dan menjadi negara dengan tingkat PDB paling besar di dunia.
"Walaupun hanya tumbuh 6%, kedepan Tiongkok bisa menjadi nomor 1. Karena sekarang saja, AS dengan ekonomi terbesar hanya tumbuh 2,5%," imbuh dia.
Sementara Indonesia, saat ini masih berada dalam urutan ke-15 negara dengan tingkat perekonomian terbesar di dunia. Namun, Dia optimis dalam beberapa tahun ke depan akan mampu masuk dalam jajaran sepuluh besar negara dengan perekonomian terbesar di dunia.
"Strategi dari sisi pertumbuhan adalah bagaimana meningkatkan nominal (PDB) seperti yang dilakukan Tiongkok. Posisi kita sekarang di peringkat 15, dan berpotensi berada di nomor 10," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :