Investor Pilih Dua Jenis Reksa Dana saat IHSG Turun
Kamis, 28 Januari 2016 - 13:40 WIB
Investor Pilih Dua Jenis Reksa Dana saat IHSG Turun
A
A
A
JAKARTA - Investor memilih menempatkan investasi reksa dana dalam dua jenis saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun, yakni reksa dana proteksi dan pasar uang.
Ketua Asosiasi Pengelola Reksadana Indonesia (APRDI) Denny Thaher mengatakan, ketika IHSG terperosok pada tahun lalu, membuat investor memilih dua jenis reksa dana tersebut.
"Tahun lalu kalau kita lihat IHSG turun sehingga banyak investor yang sudah lakukan pembelian kembali saat IHSG turun dan ingin tidak volatile, masuk di proteksi dan pasar uang," ujarnya di Jakarta, Kamis (28/1/2016).
Kendati demikian, Denny menyarankan investor tidak fokus terhadap jenis investasi yang dipilih melainkan tujuan dari berinvestasi itu.
"Kalau kita ajarkan buat investor tak untuk milih berdasarkan produk. Pertama, mereka harus punya tujuan, investasi untuk apa? Kedua, seberapa lama? Ketiga, risiko seperti apa yang mereka bisa ambil?" tuturnya.
Menurutnya, pemilihan tujuan dari investor tergantung kebutuhan masing-masing, apalagi jika bicara investasi reksa dana dalam jangka panjang.
"Sangat dari kebutuhan masing-masing investor. Kalau kita bicara jangka panjang, didik masyarakat investasi di atas 10 tahun karena kita dorong masyarakat masuk investasi jangka panjang," pungkas dia.
Baca:
Reksa Dana Cocok Buat Orang Belum Banyak Uang
Atur Rencana Sekolah Anak Lewat Reksa Dana
Ketua Asosiasi Pengelola Reksadana Indonesia (APRDI) Denny Thaher mengatakan, ketika IHSG terperosok pada tahun lalu, membuat investor memilih dua jenis reksa dana tersebut.
"Tahun lalu kalau kita lihat IHSG turun sehingga banyak investor yang sudah lakukan pembelian kembali saat IHSG turun dan ingin tidak volatile, masuk di proteksi dan pasar uang," ujarnya di Jakarta, Kamis (28/1/2016).
Kendati demikian, Denny menyarankan investor tidak fokus terhadap jenis investasi yang dipilih melainkan tujuan dari berinvestasi itu.
"Kalau kita ajarkan buat investor tak untuk milih berdasarkan produk. Pertama, mereka harus punya tujuan, investasi untuk apa? Kedua, seberapa lama? Ketiga, risiko seperti apa yang mereka bisa ambil?" tuturnya.
Menurutnya, pemilihan tujuan dari investor tergantung kebutuhan masing-masing, apalagi jika bicara investasi reksa dana dalam jangka panjang.
"Sangat dari kebutuhan masing-masing investor. Kalau kita bicara jangka panjang, didik masyarakat investasi di atas 10 tahun karena kita dorong masyarakat masuk investasi jangka panjang," pungkas dia.
Baca:
Reksa Dana Cocok Buat Orang Belum Banyak Uang
Atur Rencana Sekolah Anak Lewat Reksa Dana
(izz)
Lihat Juga :