Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko

Jum'at, 19 Juni 2026 - 21:01 WIB
loading...
Bitcoin Melemah Usai...
Harga Bitcoin terkoreksi setelah pasar merespons hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Harga Bitcoin kembali bergerak ke kisaran USD64.000 setelah pasar merespons hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru yang dipimpin Ketua Federal Reserve Kevin Warsh. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar menyesuaikan ekspektasi terhadap peluang pelonggaran moneter dalam waktu dekat.

"Volatilitas seperti ini bukan sesuatu yang baru bagi pasar aset kripto. Yang terpenting adalah investor memahami bahwa pergerakan harga jangka pendek sering kali dipengaruhi sentimen makro, sehingga keputusan investasi sebaiknya tetap didasarkan pada riset dan strategi yang matang," ujar Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian seperti dikutip Jumat (19/6/2026).

Baca Juga: Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900

Menurut Aloysia, koreksi harga pasca-FOMC merupakan bagian yang lazim dalam dinamika pasar global, terutama setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuan di level 3,50% hingga 3,75% dengan nada kebijakan yang dinilai lebih hawkish.

Sentimen tersebut turut tercermin dari arus dana institusional, di mana ETF spot Bitcoin dan Ethereum di Amerika Serikat mencatat arus keluar bersih (net outflow) sebesar USD112,8 juta pasca-pertemuan FOMC. Kondisi itu menunjukkan sebagian investor cenderung mengambil sikap defensif terhadap aset berisiko.

Aloysia mengatakan investor perlu melihat perkembangan pasar secara lebih komprehensif dan tidak hanya berfokus pada sentimen jangka pendek. Menurut dia, faktor fundamental seperti tingkat adopsi aset digital, perkembangan teknologi blockchain, dan partisipasi investor jangka panjang tetap menjadi aspek penting dalam membaca arah pasar kripto.

“Setiap periode volatilitas dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali tujuan investasi, profil risiko, dan strategi yang digunakan. Karena itu, kami selalu mengingatkan masyarakat untuk melakukan Do Your Own Research (DYOR), menerapkan strategi investasi berkala seperti Dollar Cost Averaging (DCA), dan menghindari keputusan yang didorong fear maupun euforia pasar,” ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tren Global Tokenisasi...
Tren Global Tokenisasi Aset Menguat, RWA Jadi Motor Baru Industri Kripto
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
Hadirkan Tokenized Stocks,...
Hadirkan Tokenized Stocks, Tokocrypto Perluas Akses ke Pasar Saham Global
Bidik Pasar Triliunan...
Bidik Pasar Triliunan Dolar, OKX Luncurkan Marketplace Berbasis Agen AI
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
Upbit Indonesia: Peluang...
Upbit Indonesia: Peluang Karier di Industri Kripto Tak Terbatas untuk Developer
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
Rekomendasi
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
Gus Yahya Siap Mencalonkan...
Gus Yahya Siap Mencalonkan Kembali Jadi Ketum PBNU di Muktamar NU ke-35
Nonton V+Short Retro...
Nonton V+Short Retro Love, Sweet Life, Microdrama Romantis dengan Alur Time Rewind
Berita Terkini
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
Penghargaan Regional...
Penghargaan Regional Dorong Penguatan Dialog, Kepercayaan, dan Kepemimpinan di Asia Tenggara
Tren Global Tokenisasi...
Tren Global Tokenisasi Aset Menguat, RWA Jadi Motor Baru Industri Kripto
INDEF: Wacana Layer...
INDEF: Wacana Layer Cukai Rokok Murah Berisiko Tekan Penerimaan Negara
8 Juta Sertifikat Tanah...
8 Juta Sertifikat Tanah Gratis Bakal Diterbitkan untuk MBR, Intip Tiga Kategorinya
Pemanfaatan Big Data...
Pemanfaatan Big Data Analytics di Perusahaan Reasuransi
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved