ESDM: Harga Elpiji Disebut Lebih Mahal, Tengok Negara Tetangga

Jum'at, 29 Januari 2016 - 14:22 WIB
ESDM: Harga Elpiji Disebut...
ESDM: Harga Elpiji Disebut Lebih Mahal, Tengok Negara Tetangga
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, IGN Wiratmadja mengemukakan, banyak yang menyangka bahwa harga elpiji tidak transparan atau terlalu mahal. Menanggapi hal tersebut, Dirjen asal Bali itu meminta untuk melihat negara tetangga yang harga gasnya lebih mahal.

Dia menuturkan, dalam penentuan harga tidak ada yang tak transparan. Ini (Indonesia) sangat transparan lantaran formulanya sudah disepakati di komisi VII DPR dan sudah ditaruh di Web migas.

"Banyak yang bilang, elpiji ini harganya enggak transparan. Padahal, kita sudah bawa sampai ke DPR. Coba tengok negara tetangga, India, Malaysia, harganya lebih tinggi dari Indonesia dan yang nonsubsidi pun kita paling rendah," ujar Wiratmadja, di Jakarta, Jumat (29/1/2016).

Dia mengatakan, angkanya berubah-ubah lantaran harga elpiji di dunia juga berubah terus. Saat ini Indonesia menggunakan CP Aramco sebagai acuan.

"Ini adalah contoh angka saja, ini berubah terus. Karena harga elpiji di dunia berubah terus yang kita gunakan CP Aramco. Pajak-pajak sudah termasuk di sana. Contoh harga elpiji di penyalur Rp4.250, subsidinya Rp5.000. Ini cukup besar dari harganya sendiri," katanya.

Tidak hanya itu, Wiratmadja juga menyayangkan kritik terhadap PT Pertamina yang tidak efisien terhadap harga elpiji Indonesia. Padahal, perseroan tersebut sudah menekan harga produk di level murah.

Tidak hanya itu, pemerintah lewat Pertamina telah melakukan konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg guna menghemat subsidi minyak tanah yang berkualitas tinggi. (Baca: Elpiji 3 Kg Masih Melum Menyentuh Indonesia Timur)

"Kritik Pertamina bahwa tidak efisien, harus kita lihat ke tetangga yang tinggi harga jualnya. Artinya, Pertamina membenahi diri untuk bisa lebih efisien," tegasnya.

Jika dilihat dari penghematan subsidi, lanjut Wirat, ini cukup mencengangkan sebenarnya di mana program konversi minyak tanah ke elpiji bisa hemat ratusan triliun rupiah. "subsidi yang dihemat Rp189,8 triliun. Ini subsidinya berkurang cukup banyak," tandas Wiratmadja. ‎
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Daftar Lengkap Kenaikan...
Daftar Lengkap Kenaikan Harga Gas LPG 5,5 Kg dan 12 Kg di Seluruh Indonesia
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Harga LPG Naik, Pedagang:...
Harga LPG Naik, Pedagang: Masyarakat Bisa Pindah ke Tabung Melon
Bahlil Buka Suara Soal...
Bahlil Buka Suara Soal Kenaikan Harga LPG 12 Kg: Pemerintah Hanya Jamin Gas Subsidi
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Berita Terkini
Mobilitas Makin Hemat:...
Mobilitas Makin Hemat: Nikmati Promo Spesial BRI Kartu Kredit di Aplikasi MyBluebird
17 menit yang lalu
JICT dan Bea Cukai Sinergi...
JICT dan Bea Cukai Sinergi Percepat Penanganan Kontainer Longstay di Pelabuhan
19 menit yang lalu
Defisit APBN 2026 Diprediksi...
Defisit APBN 2026 Diprediksi Bengkak Jadi Rp734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB
45 menit yang lalu
IHSG Babak Belur di...
IHSG Babak Belur di Paruh Pertama 2026, Modal Asing Sepanjang Juni Kabur Rp19,63 Triliun
1 jam yang lalu
Tren Liburan Jarak Dekat...
Tren Liburan Jarak Dekat Meningkat, Traveloka Hadirkan Diskon Perjalanan
1 jam yang lalu
Evaluasi Sukses, Perpindahan...
Evaluasi Sukses, Perpindahan Layanan Umrah ke Terminal 2F Dipercepat Jadi 10 Juli!
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved