Yen Mendatar, Rupiah Sore Ini Makin Perkasa
Senin, 01 Februari 2016 - 16:53 WIB
Yen Mendatar, Rupiah Sore Ini Makin Perkasa
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini ditutup masih menguat. Kondisi ini di tengah mendatarnya yen terhadap USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.629/USD, dengan kisaran harian Rp13.560-Rp13.755/USD. Posisi tersebut menguat 96 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.725/USD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.635/USD. Posisi itu naik 135 poin dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.770/USD.
Sementara, rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.631/USD. Posisi itu menguat dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.778/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.699/USD. Posisi ini lebih baik dari penutupan sebelumnya di level Rp13.846/USD.
Seperti dikutip dari Reuters, yen mendatar terhadap USD setelah pada akhir pekan kemarin sempat anjlok tajam hingga 2% terhadap USD.
Namun, setelah survei produsen China menunjukkan aktivitas pabriknya, ternyata mampu mengangkat yen dari posisi lemah dan menjadi mendatar di level 121,15 per USD. Data yang lemah tersebut juga mendorong harga minyak kembali turun.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.629/USD, dengan kisaran harian Rp13.560-Rp13.755/USD. Posisi tersebut menguat 96 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.725/USD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.635/USD. Posisi itu naik 135 poin dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.770/USD.
Sementara, rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.631/USD. Posisi itu menguat dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.778/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.699/USD. Posisi ini lebih baik dari penutupan sebelumnya di level Rp13.846/USD.
Seperti dikutip dari Reuters, yen mendatar terhadap USD setelah pada akhir pekan kemarin sempat anjlok tajam hingga 2% terhadap USD.
Namun, setelah survei produsen China menunjukkan aktivitas pabriknya, ternyata mampu mengangkat yen dari posisi lemah dan menjadi mendatar di level 121,15 per USD. Data yang lemah tersebut juga mendorong harga minyak kembali turun.
(izz)