Rini dan Darmin Beda Pendapat soal Proyek Kereta Cepat

Senin, 01 Februari 2016 - 22:05 WIB
Rini dan Darmin Beda...
Rini dan Darmin Beda Pendapat soal Proyek Kereta Cepat
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno beda pendapat soal kereta cepat Jakarta-Bandung masuk dalam proyek strategis nasional. Di mana proyek tersebut disebutkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Menurut Rini, jika proyek tersebut masuk strategis nasional maka negara diperbolehkan memberikan jaminan untuk keberlangsungan proyek. Sementara, kereta cepat Jakarta-Bandung adalah proyek business to business (b to b) tanpa jaminan negara dari APBN.

"Oh tidak (masuk dalam proyek strategis nasional). Proyek kereta cepat ini ada perpresnya sendiri. Tidak termasuk dalam perpres 2016. Jangan dikecohkan," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (1/2/2016).

Baca: Kereta Cepat Tersendat

Menurut Rini, kereta cepat memiliki perpres sendiri, yaitu Perpres Nomor 17 tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat antara Jakarta dan Bandung. Dalam perpres tersebut ditegaskan bahwa kereta cepat Jakarta-Bandung tidak menggunakan jaminan pemerintah dan APBN.

"Kereta cepat ada perpresnya sendiri, yang jelas-jelas perpres itu dibuat tidak ada jaminan pemerintah dan tidak ada APBN yang dipakai untuk kereta cepat. Itu jelas," imbuhnya.

Rini menjelaskan, Perpres Nomor 107 tahun 2015 juga dibuat untuk memperjelas‎ bahwa proyek ini betul-betul dilakukan BUMN secara b to b tanpa jaminan pemerintah dan APBN.

Sementara jika dalam Perpres Nomor 3 tahun 2016 tercantum bahwa kereta cepat masuk dalam proyek strategis nasional, Rini berkilah bahwa mungkin yang dimaksud adalah kereta cepat untuk rute lain, bukan kereta cepat Jakarta-Bandung.

"‎Jadi kalau ada perpres di 2016 mungkin untuk kereta cepat Jakarta-Surabaya. Mungkin, atau untuk Semarang-Surabaya. Saya tidak tahu. Kan kemungkinan itu ada. Apakah mungkin kereta cepat atau kereta medium speed di Sumatera ataupun di Kalimantan, itu bisa terjadi. Tapi yang pasti dan jelas bahwa kereta cepat Jakarta-Bandung ada perpresnya di 2015. Yang jelas-jelas menekankan tidak ada jaminan pemerintah dan tidak ada anggaran APBN," tandasnya.

Sementara Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan bahwa proyek kereta cepat Jakarta-Bandung masuk dalam proyek strategis nasional. Namun, proyek tersebut tidak akan menggunakan jaminan dari pemerintah.

"Ini (kereta cepat Jakarta-Bandung) kan proyeknya ada di lampiran, dan itu kan tidak ada keharusan penjaminan, wong itu poryek dari awalnya business to business, sehingga pertimbangan pokok‎nya enggak ada jaminan, itu aja. Jadi masuk (proyek strategis) tapi itu belum tentu ada jaminan‎," pungkasnya.

Baca juga:

Jokowi Tampung Kritikan DPR soal Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Kereta Cepat Pakai APBN, Menteri Rini Bisa Kena Pidana

Soal Kereta Cepat, Jokowi dan Rini Dinilai Salah Pahami UU

Kereta Cepat Rugi, Aset BUMN Bisa Pindah ke Tangan China

Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Lebih Mahal dari China dan Iran

(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perbandingan Kereta...
Perbandingan Kereta Cepat Shanghai vs KCJB Indonesia, dari Kecepatan hingga Tarif
Naik Kereta Cepat Whoosh...
Naik Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung hanya Rp50 Ribu, Begini Caranya!
Revolusi Kereta Cepat...
Revolusi Kereta Cepat China: Melaju Secepat Pesawat, Lebih Baik dari Hyperloop Elon Musk
Whoosh, Kereta Cepat...
Whoosh, Kereta Cepat yang Membuat Kunjungan Wisatawan Bertambah
Kereta Hyperloop China...
Kereta Hyperloop China Pecahkan Rekor, Ditarget 2.000 Kpj dan Lebih Cepat dari Pesawat
Intip Spesifikasi Kereta...
Intip Spesifikasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh, Mampu Melesat 350 Km/jam
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
1 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
11 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
12 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
13 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
13 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved