Dua Pabrik Elektronik Asal Jepang Tutup, Sharp Justru Optimistis

Rabu, 03 Februari 2016 - 17:31 WIB
Dua Pabrik Elektronik...
Dua Pabrik Elektronik Asal Jepang Tutup, Sharp Justru Optimistis
A A A
JAKARTA - Dua perusahaan raksasa elektronik asal Jepang yakni Panasonic dan Toshiba menutup pabriknya di Indonesia awal tahun ini. Kondisi ini justru membuat PT SHARP Electronic Indonesia (SEID) semakin optimistis untuk tetap bertahan dan berkembang di Tanah Air.

"Kami sangat optimis. Tahun 2013 hingga 2015 kondisi ekonomi juga tidak begitu baik. Nilai tukar Rupiah juga tidak stabil dan Upah Minimum juga naik,"ujar President Director PT SHARP Electronics Indonesia (SEID), Fumihiro Irie di Jakarta, Rabu (3/2/2016).

Dia mengungkapkan, Sharp menjadikan apa yang terjadi di masa 2013 hingga 2015 sebagai pembelajaran untuk menentukan langkah ke depan. "Kami sudah banyak belajar untuk bertahan disini dan ke depan kami juga akan bertahan," ucap Irie.

Di kesempatan yang sama, General Manager Product Planning Division SEID, Herdiana Anita Pisceria mengamini apa yang disampaikan Irie. "Kita bisa mengisi market (akibat ditutupnya dua produsen besar Jepang) tersebut,"ujarnya dengan optimistis.

Herdiana menjabarkan, pihaknya memiliki emapat strategi dasar untuk memasuki pasar. Mulai dari perbaikan penjualan, produksi produk baru setiap tahun, layanan dealer diperkuat dan memberikan rasa aman kepada pelanggan.

"Dengan perkuat empat strategi ini, produk apapun bisa masuk," katanya.

Hal ini bukan hanya sebagai omong kosong belaka, pasalnya, Sharp justru meluncurkan TV baru dengan menyasar segmen premium. "Pasar ini di Indonesia masih tumbuh. Kita akan ke tempat-tempat tertentu sebagai teknik pemasarannya dan juga mendukung klu-klub premium," terang Herdiana.

Wanita berperawakan mungil itu menjabarkan, kondisi ekonomi Indonesia yang cukup sulit, justru pasar Sharp masih menjanjikan. Tahun 2015, performa penjulaan unit LED TV mampu mencapai angka 116,9% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan market share sekitar 14%. Bahkan, pasar Ultra-High Definition (UHD) LED TV menembus angka 542,6%.

Selain itu, perusahaan berbasis di Jepang ini juga menekankan bahwa , Sharp tidak akan melakukan aksi PHK meski kondisi ekonomi Indonesia belum stabil. "Tahun kemarin tidak ada PHK, begitu juga di tahun ini," tegas Herdiana.

Baca:
Dua Perusahaan Elektronik Jepang di RI PHK 2.500 Karyawan

KSPI: Wajar Pemerintah Kaget Panasonic dan Toshiba Tutup Pabrik

Sharp Luncurkan TV Aquos Beresolusi Setara 8K Pertama di Dunia
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sharp Luncurkan Produk...
Sharp Luncurkan Produk Terbaru yang Menggunakan Sistem AIOT
Sharp Indonesia Berhasil...
Sharp Indonesia Berhasil Meraih Dua Penghargaan Sekaligus
Wow, Sharp Aquos Ternyata...
Wow, Sharp Aquos Ternyata Sudah Berusia 20 Tahun
Sharp Siap Kenalkan...
Sharp Siap Kenalkan 4 Produk Baru Canggih di CES 2023
Dorong Pelestarian Lingkungan,...
Dorong Pelestarian Lingkungan, Sharp Eco-Bition Hadir di Jakarta
Kemnaker Catat 18.000...
Kemnaker Catat 18.000 Pekerja Kena PHK di Awal Tahun 2025
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
2 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
12 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
13 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
13 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
13 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved