USD dalam Tekanan, Rupiah Dibuka Semringah
Kamis, 04 Februari 2016 - 10:12 WIB
USD dalam Tekanan, Rupiah Dibuka Semringah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan hari ini menguat dibanding penutupan sebelumnya. Penguatan ini seiring dengan kondisi USD yang berada dalam tekanan.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.662/USD. Posisi ini lebih baik dari penutupan sebelumnya di level Rp13.757/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Yahoo Finance, dibuka pada level Rp13.675/USD. Posisi tersebut terus membaik ke level Rp13.665/USD pada pukul 09.50 WIB atau lebih baik dibanding penutupan kemarin di posisi Rp13.740/USD.
Menurut data Bloomberg, rupiah dibuka pada level Rp13.695/USD dan pada pukul 09.50 WIB berada di level Rp13.665/USD. Posisi itu menguat dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.770/USD.
Dilansir Reuters, USD berada di bawah tekanan terhadap yen dan euro setelah sesi sebelumnya jatuh ketika pejabat Federal Reserve berharap tingkat suku bung AS meningkat di masa depan.
USD terhadap yen berada di level 117,97. Sementara, euro terhadap USD menguat di level 1,1054 mendekati posisi tertinggi dua bulan di level 1,1145.
USD kemarin terpukul setelah Presiden Federal Reserve Bank of New York William Dudley mengatakan bahwa kondisi keuangan jauh lebih ketat dan prospek melemahnya ekonomi global perlu diperhitungkan.
Sementara, dolar Kanada melayang mendekati tertinggi tujuh pekan di level 1,3757 terhadap USD. Sedangkan dolar Australia turun 0,2% pada posisi 0,7155.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.662/USD. Posisi ini lebih baik dari penutupan sebelumnya di level Rp13.757/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Yahoo Finance, dibuka pada level Rp13.675/USD. Posisi tersebut terus membaik ke level Rp13.665/USD pada pukul 09.50 WIB atau lebih baik dibanding penutupan kemarin di posisi Rp13.740/USD.
Menurut data Bloomberg, rupiah dibuka pada level Rp13.695/USD dan pada pukul 09.50 WIB berada di level Rp13.665/USD. Posisi itu menguat dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.770/USD.
Dilansir Reuters, USD berada di bawah tekanan terhadap yen dan euro setelah sesi sebelumnya jatuh ketika pejabat Federal Reserve berharap tingkat suku bung AS meningkat di masa depan.
USD terhadap yen berada di level 117,97. Sementara, euro terhadap USD menguat di level 1,1054 mendekati posisi tertinggi dua bulan di level 1,1145.
USD kemarin terpukul setelah Presiden Federal Reserve Bank of New York William Dudley mengatakan bahwa kondisi keuangan jauh lebih ketat dan prospek melemahnya ekonomi global perlu diperhitungkan.
Sementara, dolar Kanada melayang mendekati tertinggi tujuh pekan di level 1,3757 terhadap USD. Sedangkan dolar Australia turun 0,2% pada posisi 0,7155.
(izz)