Dua Perusahaan Automotif Jepang Susul PHK Ribuan Karyawan

Kamis, 04 Februari 2016 - 17:13 WIB
Dua Perusahaan Automotif...
Dua Perusahaan Automotif Jepang Susul PHK Ribuan Karyawan
A A A
JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengabarkan dua perusahaan automotif asal Jepang, yakni Honda dan Yamaha sudah mengambil langkah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap ribuan karyawan. Alasannya hampir sama dengan industri di sektor lain, untuk melakukan efisiensi akibat penjualan menurun.

"Ini berpotensi ada ribuan orang kehilangan pekerjaannya. Saya tidak bisa pastikan berapa, kan kalau kontrak bisa per bulan diputuskan, berarti keseluruhan per tahun," ujar Presiden KSPI, Said Iqbal di Jakarta, Kamis (4/2/2016).

Dia menyebutkan, dua pabrikan automotif besar asal Negeri Sakura tersebut memangkas jumlah karyawan kontrak. Caranya dengan tidak memperpanjang masa kerja.

"Untuk ‎Astra Honda Motor (AHM) lebih ke komponen motornya bukan di motor. Sekarang banyak karyawan kontrak yang tidak diperpanjang masa kerjanya, karena bisa juga itu dilakukan PHK," katanya.

Iqbal menyampaikan, kompetitor Honda, yakni Yamaha saat ini sedang melakukan pengurangan karyawannya secara bertahap. "Sama juga seperti Honda, Yamaha juga sama PHK karyawan. Karyawan kontrak yang telah habis masa kontraknya tidak akan dilanjutkan," ungkapnya.

Adanya langkah efisiensi, lanjut Iqbal, karena saat ini penjualan sepeda motor yang biasanya mengalami peningkatan secara konsisten kini berangsur menurun. Sebagai contoh, penjualan periode Januari-Juli 2015 hanya sebesar 3,59 juta unit.

"Padahal periode yang sama pada 2014, penjualannya mencapai 4,73 juta unit. Ini berarti sudah terjadi penurunan sekitar 24%," pungkasnya.

Baca juga:

11 Perusahaan Berencana Lakukan PHK

Perusahaan Elektronik Jepang Klarifikasi Soal PHK Karyawan

Marak PHK, BRI Justru Buka Lowongan 3.000 Karyawan Baru
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemnaker Catat 18.000...
Kemnaker Catat 18.000 Pekerja Kena PHK di Awal Tahun 2025
Badai PHK Melanda, 26.455...
Badai PHK Melanda, 26.455 Pekerja Terdampak hingga Mei 2025
2024 Baru Mulai, Google...
2024 Baru Mulai, Google Pecat 1.000 Karyawan dari Berbagai Divisi
Teknologi Ini Diklaim...
Teknologi Ini Diklaim Mampu Cegah PHK Massal di Industri Startup
Ngamuk Rekannya Kena...
Ngamuk Rekannya Kena PHK, Ratusan Karyawan Google Mogok Kerja
Samsung Gelar PHK Massal,...
Samsung Gelar PHK Massal, 30% Karyawan Global Terancam
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
4 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
4 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
4 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
4 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
5 jam yang lalu
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
5 jam yang lalu
Infografis
China Dilanda Gelombang...
China Dilanda Gelombang PHK dan Gejolak Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved