46.000 Pekerja Diterjang Badai PHK, Korban Terbanyak Jateng dan Jakarta
Senin, 02 September 2024 - 17:46 WIB
loading...
46.240 pekerja mengalami PHK sepanjang Januari hingga Agustus 2024. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melaporkan sebanyak 46.240 pekerja di seluruh Indonesia mengalami pemutusan hubungan kerja ( PHK ) sepanjang Januari hingga Agustus 2024 meningkat 7,87% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Korban PHK paing banyak terjadi di Jawa Tengah, Jakarta dan Banten.
"Bulan Agustus kemarin, Jawa Tengah masuk nomor satu tertinggi PHK-nya. Diikuti DKI Jakarta, lalu Banten," ungkap Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri saat ditemui di Kompleks DPR RI, Senin (2/9/2024).
Baca Juga: PP 28 Tahun 2024 soal Zonasi Iklan Rokok Dinilai Berpotensi Picu PHK Massal
Dia mengatakan, di Jateng sektor yang terdampak secara dominan yakni industri manufaktur yang padat karya.
"Untuk di Jateng, sektor bilang terdampak PHK yakni manufaktur, tekstil, garmen dan alas kaki," ucap Indah.
Lebih lanjut, DKI Jakarta menjadi provinsi kedua terbanyak PHK setelah Jawa Tengah yakni di Jakarta mencapai 7.400 orang lebih.
"Kalau di DKI Jakarta kebanyakan jasa seperti restoran, kafe, Itu jasa banyak totalnya 7.400 lebih," ungkap Indah.
"Bulan Agustus kemarin, Jawa Tengah masuk nomor satu tertinggi PHK-nya. Diikuti DKI Jakarta, lalu Banten," ungkap Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri saat ditemui di Kompleks DPR RI, Senin (2/9/2024).
Baca Juga: PP 28 Tahun 2024 soal Zonasi Iklan Rokok Dinilai Berpotensi Picu PHK Massal
Dia mengatakan, di Jateng sektor yang terdampak secara dominan yakni industri manufaktur yang padat karya.
"Untuk di Jateng, sektor bilang terdampak PHK yakni manufaktur, tekstil, garmen dan alas kaki," ucap Indah.
Lebih lanjut, DKI Jakarta menjadi provinsi kedua terbanyak PHK setelah Jawa Tengah yakni di Jakarta mencapai 7.400 orang lebih.
"Kalau di DKI Jakarta kebanyakan jasa seperti restoran, kafe, Itu jasa banyak totalnya 7.400 lebih," ungkap Indah.
Lihat Juga :