IHSG Diramal Bergerak Mixed di Tengah Tekanan
Jum'at, 12 Februari 2016 - 08:35 WIB
IHSG Diramal Bergerak Mixed di Tengah Tekanan
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan menurut Analis Reliance Securities Lanjar Nafi diperkirakan akan bergerak mixed cenderung tertekan.
"Secara teknikal terkonsolidasi pada posisi harga yang cukup tinggi di area upper bands. Indikator stochastic pun konsolidasi negatif pada momentum osilator overbought. Peluang terkoreksi untuk IHSG masih cukup besar hingga menguji support MA200 dengan range pergerakan 4.700-4.840," ujarnya di Jakarta, Jumat (12/2/2016).
Lanjut dia, sentimen pada akhir pekan akan datang dari hasil pertemuan EcoFin dan beberapa data gross domestic product (GDP) di negara zona Eropa serta data penjualan ritel di Amerika Serikat (AS).
Sementara IHSG kemarin bergerak optimis sejak awal sesi perdagangan naik 43,37% sebesar +0,92% di level 4.775,86 dengan volume yang moderate setelah mengalami 2 kali fase koreksi. Data penjualan eceran Indonesia dirilis berkontraksi terhadap ekspetasi yakni meningkat sebesar 10,4% dari 9,7% dengan ekspetasi turun 4,8%.
"Menguatnya nilai tukar rupiah sejak kemarin hingga di bawah level Rp13.500/USD mampu menarik kembali minat investor asing untuk melakukan aksi beli dengan ditandai total net buy investor asing pada perdagangan hari ini sebesar Rp878,33 miliar," pungkasnya.
"Secara teknikal terkonsolidasi pada posisi harga yang cukup tinggi di area upper bands. Indikator stochastic pun konsolidasi negatif pada momentum osilator overbought. Peluang terkoreksi untuk IHSG masih cukup besar hingga menguji support MA200 dengan range pergerakan 4.700-4.840," ujarnya di Jakarta, Jumat (12/2/2016).
Lanjut dia, sentimen pada akhir pekan akan datang dari hasil pertemuan EcoFin dan beberapa data gross domestic product (GDP) di negara zona Eropa serta data penjualan ritel di Amerika Serikat (AS).
Sementara IHSG kemarin bergerak optimis sejak awal sesi perdagangan naik 43,37% sebesar +0,92% di level 4.775,86 dengan volume yang moderate setelah mengalami 2 kali fase koreksi. Data penjualan eceran Indonesia dirilis berkontraksi terhadap ekspetasi yakni meningkat sebesar 10,4% dari 9,7% dengan ekspetasi turun 4,8%.
"Menguatnya nilai tukar rupiah sejak kemarin hingga di bawah level Rp13.500/USD mampu menarik kembali minat investor asing untuk melakukan aksi beli dengan ditandai total net buy investor asing pada perdagangan hari ini sebesar Rp878,33 miliar," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :