BPS Tak Khawatir PHK Besar-Besaran di Indonesia
Senin, 15 Februari 2016 - 22:39 WIB
BPS Tak Khawatir PHK Besar-Besaran di Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) tidak khawatir dengan pekerja Indonesia yang banyak mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal tersebut lantaran akan ada rekrutmen untuk sensus ekonomi 2016 sebanyak 300 ribu orang pekerja paruh waktu.
"Pengangguran saya enggak khawatirlah, kan kita dari rekrutmen sensus ekonomi 2016 sebanyak 300 ribu orang untuk pekerja paruh waktu. Dampaknya 10% dari total lapangan kerja. Di sana bisa dikonpensasi. Kecuali ada PHK sampai 600 ribu dua kali lipat tapi enggak sampai segitu," ujar Deputi Bidang Statistik dan Jasa Sasmito Hadi Wibowo.
"Kita setiap tahun, lapangan kerja 3 jutaan. Temporary ketampung sensus ekonomi. Ini tambahan karena sensus 3 tahun sekali. Mereka pekerja paruh waktu permanen," ujar Sasmito di Jakarta, Senin (15/2/2016).
Dia menuturkan, dengan adanya penutupan distributor perusahaan, diharapkan ada distributor-distributor perusahaan baru yang buka di Indonesia untuk berinvestasi di tengah pelemahan ekonomi Indonesia.
"Mudah-mudahan ada distributor baru dan investasi baru. Saya kira secara pengangguran, kalau sensus ekonomi masuk, bisa menekan dampak pengangguran," tegasnya.
Sasmito yakin, dengan adanya kegiatan sensus ekonomi yang dilakukan setiap 10 tahun sekali bakal menurunkan tingkat pengangguran di Indonesia. "Malah menurun angka penganggurannya dengan diadakan sensus ekonomi di kita, meskipun hanya 10 tahun sekali," pungkasnya.
Baca juga:
Serikat Pekerja Ungkap Mitsubishi PHK Ratusan Karyawan
Cegah PHK, Menaker Minta Gaji Pekerja Level Atas Dipangkas
Investor Masih Menunggu Kelanjutan Gelombang PHK
"Pengangguran saya enggak khawatirlah, kan kita dari rekrutmen sensus ekonomi 2016 sebanyak 300 ribu orang untuk pekerja paruh waktu. Dampaknya 10% dari total lapangan kerja. Di sana bisa dikonpensasi. Kecuali ada PHK sampai 600 ribu dua kali lipat tapi enggak sampai segitu," ujar Deputi Bidang Statistik dan Jasa Sasmito Hadi Wibowo.
"Kita setiap tahun, lapangan kerja 3 jutaan. Temporary ketampung sensus ekonomi. Ini tambahan karena sensus 3 tahun sekali. Mereka pekerja paruh waktu permanen," ujar Sasmito di Jakarta, Senin (15/2/2016).
Dia menuturkan, dengan adanya penutupan distributor perusahaan, diharapkan ada distributor-distributor perusahaan baru yang buka di Indonesia untuk berinvestasi di tengah pelemahan ekonomi Indonesia.
"Mudah-mudahan ada distributor baru dan investasi baru. Saya kira secara pengangguran, kalau sensus ekonomi masuk, bisa menekan dampak pengangguran," tegasnya.
Sasmito yakin, dengan adanya kegiatan sensus ekonomi yang dilakukan setiap 10 tahun sekali bakal menurunkan tingkat pengangguran di Indonesia. "Malah menurun angka penganggurannya dengan diadakan sensus ekonomi di kita, meskipun hanya 10 tahun sekali," pungkasnya.
Baca juga:
Serikat Pekerja Ungkap Mitsubishi PHK Ratusan Karyawan
Cegah PHK, Menaker Minta Gaji Pekerja Level Atas Dipangkas
Investor Masih Menunggu Kelanjutan Gelombang PHK
(dmd)
Lihat Juga :