Harga Minyak Dunia di Perdagangan Asia Naik Tipis
Senin, 22 Februari 2016 - 08:52 WIB
Harga Minyak Dunia di Perdagangan Asia Naik Tipis
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak dunia di perdagangan Asia hari ini naik tipis atau terlihat melemah, karena produksi melebihi permintaan dan stok minyak mentah Amerika Serikat (AS) membengkak mencapai rekor.
Seperti dikutip dari Rauters, Senin (22/2/2016), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan hanya naik 3 sen menjadi USD29,67 per barel pada pukul 07.37 ET, menyusul penurunan hampir 4% pada Jumat pekan kemarin. Sementara, harga minyak brent naik 2 sen menjadi USD33,03 per barel setelah sebelumnya juga jatuh hampir 4%.
Stok minyak mentah AS tercatat sebanyak 504.100.000 barel kembali naik dari reli pekan lalu setelah adanya pengumuman pembekuan produksi oleh Rusia dan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).
"Stok minyak mentah di Amerika Serikat berada pada rekor tertinggi dan jauh di atas permintaan harian, sehingga pembekuan produksi pada level saat ini tidak akan mengurangi kelebihan produksi, tapi benar-benar akan menambah lebih jauh," kata salah satu trader minyak.
Dengan produksi melampaui permintaan 1-2 juta barel setiap hari, harga minyak mentah telah jatuh sekitar 70% sejak pertengahan 2014. Analis juga mengatakan, beberapa produsen tampaknya menunjukkan sedikit komitmen untuk kesepakatan yang dicapai Rusia dan pemimpin OPEC Arab Saudi, dan didukung oleh Qatar dan Venezuela, untuk membekukan produksi pada tingkat Januari.
Seperti dikutip dari Rauters, Senin (22/2/2016), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan hanya naik 3 sen menjadi USD29,67 per barel pada pukul 07.37 ET, menyusul penurunan hampir 4% pada Jumat pekan kemarin. Sementara, harga minyak brent naik 2 sen menjadi USD33,03 per barel setelah sebelumnya juga jatuh hampir 4%.
Stok minyak mentah AS tercatat sebanyak 504.100.000 barel kembali naik dari reli pekan lalu setelah adanya pengumuman pembekuan produksi oleh Rusia dan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).
"Stok minyak mentah di Amerika Serikat berada pada rekor tertinggi dan jauh di atas permintaan harian, sehingga pembekuan produksi pada level saat ini tidak akan mengurangi kelebihan produksi, tapi benar-benar akan menambah lebih jauh," kata salah satu trader minyak.
Dengan produksi melampaui permintaan 1-2 juta barel setiap hari, harga minyak mentah telah jatuh sekitar 70% sejak pertengahan 2014. Analis juga mengatakan, beberapa produsen tampaknya menunjukkan sedikit komitmen untuk kesepakatan yang dicapai Rusia dan pemimpin OPEC Arab Saudi, dan didukung oleh Qatar dan Venezuela, untuk membekukan produksi pada tingkat Januari.
(izz)
Lihat Juga :