Soal Blok Masela, Istana Ingatkan Tugas Menteri Bantu Presiden

Selasa, 23 Februari 2016 - 22:28 WIB
Soal Blok Masela, Istana...
Soal Blok Masela, Istana Ingatkan Tugas Menteri Bantu Presiden
A A A
JAKARTA - Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Prabowo mengingatkan bahwa tugas menteri adalah sebagai pembantu presiden yang melaksanakan kebijakan yang diambil. Hal ini menanggapi kisruh yang kembali terjadi terkait rencana pengembangan kilang di Blok Masela, Maluku Utara.

(Baca Juga: Jokowi Janji Segera Ambil Keputusan Soal Blok Masela)

Dia mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada dasarnya telah menekankan dalam rapat kabinet terbatas bahwa menteri boleh berdiskusi dan saling berbeda pendapat hanya di dalam lingkar kabinet.

"Kebetulan saya selalu ikut (rapat kabinet) dan itu luar biasa menurut saya sebagai orang awam yang baru masuk. Bagaimana menteri bisa berdebat mengenai materi. Bagus itu. Oleh presiden justru harus di situ," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (23/2/2016).

Namun, setelah Presiden Jokowi telah memutuskan sebuah kebijakan maka para menteri diminta diam dan tidak membawanya ke ruang publik. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut tidak menginginkan para pembantunya tersebut membuat 'gaduh' di luar kabinet.

"Presiden seringkali mengingatkan menterinya bahwa menteri pembantu presiden. Kalau mau berbeda pendapat itu di ratas, jangan di ruang publik. Istilah presiden itu jangan membuat gaduh," tutur dia.

(Baca Juga: Rizal Ramli Klaim Pemerintah Pilih Kilang Darat untuk Blok Masela)

Menurutnya, Presiden Jokowi tidak suka jika para pembantunya berbeda pendapat di luar kabinet. Para menteri harus dijelaskan bahwa tugas menteri hanyalah melaksanakan kebijakan presiden.

"Kalau ada menteri yang kemudian berbeda ketika ngomong itu, presiden ya tentu tidak suka ya. Termasuk soal Blok Masela. Menteri ini memaparkan argumennya dengan data-data. Menteri satu lagi juga sama. Nanti tentu keputusan ada di tangan presiden. Menteri itu harus dikasih tahu, menteri itu melaksanakan kebijakan presiden. Menteri itu pembantu presiden," tandasnya.

Pernyataan Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi ini merupakan tanggapan atas pernyataan Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli yang mengklaim bahwa pemerintah telah memilih skema pembangunan kilang darat (onshore) untuk Blok Masela. Namun dengan cepat pernyataan tersebut dibantah pihak Istana dengan menekankan pemerintah belum mengambil keputusan soal blok Masela.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Minim Pengalaman, Kemampuan...
Minim Pengalaman, Kemampuan Inpex Kembangkan Blok Masela Diragukan
Proses Akuisisi Rampung,...
Proses Akuisisi Rampung, Pertamina dan Petronas Siap Sedot Gas di Blok Masela
Shell Akhirnya Lepas...
Shell Akhirnya Lepas Blok Masela ke Pertamina Jauh di Bawah Rp14,8 Triliun
Shell Cabut dari Proyek...
Shell Cabut dari Proyek Blok Masela, Inpex Resmi Cari Mitra Baru
Shell Belum Mundur dari...
Shell Belum Mundur dari Blok Masella, Masih Hitung-hitungan
Proyek Blok Masela Ikut...
Proyek Blok Masela Ikut Terganggu Imbas Covid-19
Berita Terkini
Diwarnai Penguatan 307...
Diwarnai Penguatan 307 Saham, IHSG Dibuka Berbalik Menghijau ke 5.344
50 menit yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
1 jam yang lalu
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
2 jam yang lalu
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
2 jam yang lalu
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
11 jam yang lalu
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
11 jam yang lalu
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved