IHSG Awal Pekan Bakal Bergerak di Kisaran 4.654-4.779.
Senin, 29 Februari 2016 - 08:48 WIB
IHSG Awal Pekan Bakal Bergerak di Kisaran 4.654-4.779.
A
A
A
JAKARTA - Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan bergerak di kisaran level 4.654–4.779.
Dia menambahkan IHSG mulai bergerak meninggalkan support di level yang telah teruji 4.627, saat ini support beranjak naik menuju level 4.654. "Pola pergerakan berpotensi menuju resistance di level 4.779 didorong oleh capital inflow yang terjadi," ujarnya di Jakarta, Senin (29/2/2016).
Selain itu, Lanjut dia ada imbas dari mulai naik kembali harga komoditas minyak yang bergerak naik, pasar juga sedang menunggu rilis data ekonomi pada awal bulan ketiga 2016.
"Dengan hasil yang diperkirakan masih akan stabil sehingga dapat memberikan sentimen positif terhadap pergerakan IHSG ke depan, hari ini IHSG berpotensi menguat," pungkasnya.
Sementara Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju IHSG pada perdagangan hari ini akan melanjutkan penguatan. "Bila dilihat dari Analisa Teknikal IHSG break out resistance MA7 setelah Indikator Stochastic terlihat golden-cross terkonfirmasi pada area jenuh jual dengan range pergerakan 4.665-4.800," ujarnya.
Dengan kondisi demikian peluang penguatan IHSG sangat besar hingga menguji upper bollinger bands di level 4.800. Sentimen selanjutnya pekan ini di antaranya indeks industrial productions, penjualan ritel dan pembelian rumah di Jepang serta tingkat inflasi di zona Eropa.
Sementara, IHSG akhir pekan lalu ditutup menguat 74,83 poin sebesar 1,6% di level 4.733,15 dengan volume yang relatif moderate. Seakan mengikuti bursa Asia, IHSG optimis sejak pembukaan dengan mayoritas indeks sektoral menguat kecuali sektor pertanian.
Investor asing pun tercatat net buy Rp152,92 miliar akhir pekan lalu. Namun bila melihat keseluruhan aktifitas investor asing pada minggu ini masih tercatat net sell sebesar Rp287,52 miliar dengan aksi jual terbesar pada awal pekan lalu. "Penguatan rupiah hingga di level Rp13.381/USD menjadi salah satu faktor pendorong aksi beli investor asing," pungkasnya.
Dia menambahkan IHSG mulai bergerak meninggalkan support di level yang telah teruji 4.627, saat ini support beranjak naik menuju level 4.654. "Pola pergerakan berpotensi menuju resistance di level 4.779 didorong oleh capital inflow yang terjadi," ujarnya di Jakarta, Senin (29/2/2016).
Selain itu, Lanjut dia ada imbas dari mulai naik kembali harga komoditas minyak yang bergerak naik, pasar juga sedang menunggu rilis data ekonomi pada awal bulan ketiga 2016.
"Dengan hasil yang diperkirakan masih akan stabil sehingga dapat memberikan sentimen positif terhadap pergerakan IHSG ke depan, hari ini IHSG berpotensi menguat," pungkasnya.
Sementara Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju IHSG pada perdagangan hari ini akan melanjutkan penguatan. "Bila dilihat dari Analisa Teknikal IHSG break out resistance MA7 setelah Indikator Stochastic terlihat golden-cross terkonfirmasi pada area jenuh jual dengan range pergerakan 4.665-4.800," ujarnya.
Dengan kondisi demikian peluang penguatan IHSG sangat besar hingga menguji upper bollinger bands di level 4.800. Sentimen selanjutnya pekan ini di antaranya indeks industrial productions, penjualan ritel dan pembelian rumah di Jepang serta tingkat inflasi di zona Eropa.
Sementara, IHSG akhir pekan lalu ditutup menguat 74,83 poin sebesar 1,6% di level 4.733,15 dengan volume yang relatif moderate. Seakan mengikuti bursa Asia, IHSG optimis sejak pembukaan dengan mayoritas indeks sektoral menguat kecuali sektor pertanian.
Investor asing pun tercatat net buy Rp152,92 miliar akhir pekan lalu. Namun bila melihat keseluruhan aktifitas investor asing pada minggu ini masih tercatat net sell sebesar Rp287,52 miliar dengan aksi jual terbesar pada awal pekan lalu. "Penguatan rupiah hingga di level Rp13.381/USD menjadi salah satu faktor pendorong aksi beli investor asing," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :