Menteri ESDM Klarifikasi Pernyataan Jokowi Soal Blok Masela
Senin, 29 Februari 2016 - 15:42 WIB
Menteri ESDM Klarifikasi Pernyataan Jokowi Soal Blok Masela
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengklarifikasi atas pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyatakan bahwa keputusan mengenai rencana pengembangan kilang di Blok Masela, Maluku baru akan diambil pada 2018.
(Baca: Jokowi Tegaskan Keputusan Blok Masela 2018)
Dia menjelaskan, yang dimaksud Jokowi baru diputuskan pada 2018 adalah keputusan investasi final atau final investment decision (FID). Sementara, yang diminta segera saat ini adalah persetujuan mengenai rencana pengembangan (plan of development/PoD).
"Saya luruskan tadi. Yang dimaksud Bapak Presiden yang diminta sekarang ini adalah persetujuan PoD. Persetujuan untuk mengusung plan of development," katanya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (29/2/2016).
Dia menjelaskan, PoD tersebut akan berisi perencanaan detail, pengecekan reservoir, serta desain engineering-nya. Mengingat, proyek Lapangan Abadi ini merupakan proyek jangka panjang dan besar, maka Jokowi meminta masukan dari seluruh pihak yang bersangkutan.
"Jadi, memang ini yang diminta Presiden mengenai rencana pengembangan. Dan mengingat ini proyek jangka panjang maka beliau peroleh, meyakini segala masukan baru mengambil," imbuhnya.
Mantan Bos PT Pindad (Persero) ini menyatakan, untuk keputusan mengenai PoD harus diputuskan saat ini. Bahkan, keputusan tersebut sudah sangat terlambat saat ini. (Baca: Rizal Ramli Klaim Pemerintah Pilih Kilang Darat untuk Blok Masela)
"Dan saya kira kita tunggu wisdom (kebijakan) Pak Presiden dan keputusan 2018 baru terjadi kalau sekarang diputuskan PoD. Kalau tidak diputuskan maka tidak akan terjadi (2018)," tandas Sudirman.
Sebelumnya diberitakan, Jokowi mengatakan bahwa keputusan mengenai pengembangan kilang di Blok Masela, Maluku Utara masih menunggu 2018. "Ini kan proyek sangat besar dan jangka panjang, sebetulnya masih dalam proses studi nanti akan diputuskan 2018," katanya dalam kesempatan tersebut.
Baca Juga:
Istana Bantah Jokowi Pilih Kilang Darat untuk Blok Masela
Jokowi Minta Rizal Ramli Klarifikasi Soal Blok Masela
Pemerintah Tunggu Hari Baik Ambil Keputusan soal Blok Masela
(Baca: Jokowi Tegaskan Keputusan Blok Masela 2018)
Dia menjelaskan, yang dimaksud Jokowi baru diputuskan pada 2018 adalah keputusan investasi final atau final investment decision (FID). Sementara, yang diminta segera saat ini adalah persetujuan mengenai rencana pengembangan (plan of development/PoD).
"Saya luruskan tadi. Yang dimaksud Bapak Presiden yang diminta sekarang ini adalah persetujuan PoD. Persetujuan untuk mengusung plan of development," katanya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (29/2/2016).
Dia menjelaskan, PoD tersebut akan berisi perencanaan detail, pengecekan reservoir, serta desain engineering-nya. Mengingat, proyek Lapangan Abadi ini merupakan proyek jangka panjang dan besar, maka Jokowi meminta masukan dari seluruh pihak yang bersangkutan.
"Jadi, memang ini yang diminta Presiden mengenai rencana pengembangan. Dan mengingat ini proyek jangka panjang maka beliau peroleh, meyakini segala masukan baru mengambil," imbuhnya.
Mantan Bos PT Pindad (Persero) ini menyatakan, untuk keputusan mengenai PoD harus diputuskan saat ini. Bahkan, keputusan tersebut sudah sangat terlambat saat ini. (Baca: Rizal Ramli Klaim Pemerintah Pilih Kilang Darat untuk Blok Masela)
"Dan saya kira kita tunggu wisdom (kebijakan) Pak Presiden dan keputusan 2018 baru terjadi kalau sekarang diputuskan PoD. Kalau tidak diputuskan maka tidak akan terjadi (2018)," tandas Sudirman.
Sebelumnya diberitakan, Jokowi mengatakan bahwa keputusan mengenai pengembangan kilang di Blok Masela, Maluku Utara masih menunggu 2018. "Ini kan proyek sangat besar dan jangka panjang, sebetulnya masih dalam proses studi nanti akan diputuskan 2018," katanya dalam kesempatan tersebut.
Baca Juga:
Istana Bantah Jokowi Pilih Kilang Darat untuk Blok Masela
Jokowi Minta Rizal Ramli Klarifikasi Soal Blok Masela
Pemerintah Tunggu Hari Baik Ambil Keputusan soal Blok Masela
(izz)
Lihat Juga :