Jokowi Tak Mau BUMN Ditunggangi Kepentingan Politik

Senin, 29 Februari 2016 - 23:21 WIB
Jokowi Tak Mau BUMN...
Jokowi Tak Mau BUMN Ditunggangi Kepentingan Politik
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno untuk merealisasikan pembentukan holding BUMN. Salah satu tujuannya agar BUMN tidak ditunggangi kepentingan politik.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pada dasarnya pembentukan holding BUMN ini dalam rangka menciptakan perusahaan pelat merah yang menjadi lebih sehat dan kuat. Selain itu, juga menghindarkan BUMN dari kepentingan partai politik tertentu.

"Yang jelas menghindarkan BUMN dari praktik yang pernah terjadi, yaitu sangat gampang, sangat rentan untuk ditempeli ataupun vested dari kekuatan parpol atau kekuatan politik tertentu," katanya usai rapat kabinet terbatas (ratas) tentang Holding BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/2/2016).

Dalam ratas tersebut, sambung politisi PDI-Perjuangan ini, Presiden Jokowi juga memberikan arahan agar proses pembentukan holding BUMN dilakukan secara hati-hati dan memperhatikan efektivitas dari pembentukan holdingnisasi tersebut.

"Ke depan proses pembangunan holding ini dilakukan secara hati-hati, sungguh-sungguh dengan memperhatikan efektivitas, sinergi dan sekaligus juga membuat agar BUMN itu menjadi lebih ramping dan gesit, dan tidak terbebani dari hal-hal yang nonprofesional," tandas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi menyepakati rencana Menteri BUMN Rini Soemarno untuk membentuk induk (holding) BUMN. Hal ini semata agar perusahaan pelat merah di Tanah Air tidak hanya jago kandang dan mampu bersaing dalam kancah persaingan global.

Jokowi ingin mendorong agar BUMN dapat berperan sebagai lokomotif penggerak ekonomi nasional. Selain itu, BUMN juga tidak hanya berpikir mengenai untuk dan rugi semata, melainkan juga multiplier effect lainnya untuk kesejahteraan rakyat.

"Kita juga ingin BUMN tidak hanya pikir untung rugi, tapi multiplier effect untuk kesejahteraan rakyat. BUMN jangan hanya jago kandang, tapi berani menyerang negara lain," katanya.

Baca Juga:

Sepakat Bentuk Holding, Jokowi Minta BUMN Tak Jago Kandang
Bentuk Holding, Pemerintah Ingin BUMN Tak Bergantung APBN
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
Kementerian BUMN Perkenalkan...
Kementerian BUMN Perkenalkan Komunitas Srikandi BUMN
Kementerian BUMN Perluas...
Kementerian BUMN Perluas Vaksinasi untuk Lansia
Tidak Efektif secara...
Tidak Efektif secara Bisnis, 8 BUMN Ini Akan Ditutup
Erick Thohir Ungkap...
Erick Thohir Ungkap 3 BUMN Pemilik Utang Paling Besar
Berikan Kesempatan DisabiĀ­litas...
Berikan Kesempatan DisabiĀ­litas Berkiprah di Lapangan Kerja
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
5 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
5 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
6 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
6 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
6 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
6 jam yang lalu
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved