RI Diminta Waspada Blok Masela Diintai Australia

Rabu, 02 Maret 2016 - 15:53 WIB
RI Diminta Waspada Blok...
RI Diminta Waspada Blok Masela Diintai Australia
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Institute of Defense and Security Studies Connie R Bakrie ‎mengatakan, persoalan Blok Masela, Maluku Utara bukan hanya terkait skema pengembangan kilang, baik skema pipanisasi di darat (onshore) maupun LNG terapung (floating LNG/offshore). Namun, juga menyangkut pertahanan di wilayah perbatasan Indonesia.

Menurutnya, Blok Masela ataupun Kepulauan Tanimbar merupakan bagian dari objek vital nasional yang ada di Maluku. Australia sudah mengintai dari berbagai potensi yang ada di kepulauan tersebut. Sayangnya, hingga saat ini masih minim angkatan pertahanan yang ditempatkan di wilayah tersebut.

"Masela itu berhadapan langsung Australia. Kenapa bicara Masela itu bicara FLNF atau OLNG? Lupa bahwa ini bagian dari objek vital nasional. Harusnya ada angkatan laut, angkatan udara di sana. Ada alasannya, karena Australia pengintainya," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (2/3/2016).

Bahkan, Negeri Kanguru tersebut telah menyetel sistem yang dapat memantau pergerakan kapal pada jarak 1.000 mil‎ dari wilayah laut terluar Australia. Sementara, Masela dan Kepulauan Tanimbar jaraknya hanya sekitar 350 kilometer (km) hingga 500 km dari wilayah laut terluar Australia.

"Masela dan Tanimbar itu cuma 350-500 km, artinya musuh sudah di depan mata kita. Kalau nanti proyek di laut itu, saya akan mendorong TNI Angkatan Laut (AL) kita," imbuh dia.

Connie menambahkan, keberadaan Blok Masela dan Kepulauan Tanimbar di Maluku harus dijaga dengan baik. Jika tidak, negara tetangga bisa saja mencaplok pulau di daerah terluar Indonesia dan membuat batas wilayah Tanah Air semakin mengecil.

Apalagi, jumlah angkatan laut dan persenjataan yang dimiliki pun tidak secanggih milik tetangga. "Kekuatan (TNI AL) kita 73.000 personil laut, 2 orang per km untuk wilayah Indonesia. Kita punya radar enggak punya pesawat tempur, pesawat tempur terdekat di Ujung Pandang, 78 menit," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Minim Pengalaman, Kemampuan...
Minim Pengalaman, Kemampuan Inpex Kembangkan Blok Masela Diragukan
Proses Akuisisi Rampung,...
Proses Akuisisi Rampung, Pertamina dan Petronas Siap Sedot Gas di Blok Masela
Shell Akhirnya Lepas...
Shell Akhirnya Lepas Blok Masela ke Pertamina Jauh di Bawah Rp14,8 Triliun
Shell Cabut dari Proyek...
Shell Cabut dari Proyek Blok Masela, Inpex Resmi Cari Mitra Baru
Proyek Blok Masela Ikut...
Proyek Blok Masela Ikut Terganggu Imbas Covid-19
Shell Belum Mundur dari...
Shell Belum Mundur dari Blok Masella, Masih Hitung-hitungan
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
5 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
5 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
6 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
6 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
6 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved