Pertamina Didorong Indef Gabung Kelola Blok Masela

Rabu, 02 Maret 2016 - 16:07 WIB
Pertamina Didorong Indef...
Pertamina Didorong Indef Gabung Kelola Blok Masela
A A A
JAKARTA - Institute Development of Economic and Finance (Indef) meminta agar pemerintah mengikutsertakan PT Pertamina (Persero) dalam pengelolaan Blok Masela, Maluku Utara. Seperti diketahui saat ini operator (existing operator) di blok tersebut yakni Inpex Corporation dan Royal Dutch Shell

Direktur Eksekutif Indef Enny, Sri Hartati mengatakan keributan yang terjadi antara dua menteri terkait skema pengembangan kilang di Lapangan Abadi tersebut sejatinya tidak memiliki pengaruh apapun terhadap masyarakat. (Baca Juga: Lirik Blok Masela, Pertamina Siap Pakai Kilang Laut atau Darat)

"Jadi kita diberikan karunia Tuhan luar biasa. Blok Abadi. Tapi yang terjadi bikin blok kanan kiri. Sekarang rakyat benar-benar dibuat bingung, lalu blok kanan dan kiri ini berpikir untuk siapa? Kita ingin cari solusi yang konstitusional. Jadi persoalannya buat rakyat bukan offshore dan onshore," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (2/3/2016).

Menurutnya, Indonesia selama ini telah memiliki proyek minyak dan gas (migas) serupa yang ada di Arun, Papua, maupun Bontang. Namun, masyarakat selama ini tetap saja tidak merasakan dampaknya. Masyarakat di sekitar wilayah blok migas tersebut, diterangkan masih saja miskin.

"Kalau kita betul-betul masih mengingat, konstitusi disusun. Mudah-mudahan kita kembalikan lagi seluruh kebijakan ekonomi berpatokan pada konstitusi UUD 1945. Dalam pasal 33 jelas, cabang-cabang produksi dan keayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang menguasai hajat hidup rakyat dikuasai negara," imbuh dia.

Karena itu, blok Masela yang sejati memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar harus dikuasai negara, dan kepanjangan tangan negara adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Saya setuju mestinya perpanjangan tangan negara itu BUMN. BUMN yang bergerak di sektor migas yang 100% sahamnya dimiliki negara itu Pertamina. Itu yang krusial. Siapa yang harusnya operasional menguasai, ini amanah konstitusi," tuturnya.

Selanjutnya, sambung Enny, jika Pertamina berniat untuk bekerja sama dengan pihak manapun, termasuk dua existing operator tersebut, itu tinggal menjadi kesepakatan kedua belah pihak. "Apakah nanti pemerintah atas nama Pertamina bekerja sama dengan pihak manapun, apa yang pengelola di sana itu terserah. Tinggal kesepakatan dalam bentuk MoU. Tapi penguasaan SDA itu harus oleh negara," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Minim Pengalaman, Kemampuan...
Minim Pengalaman, Kemampuan Inpex Kembangkan Blok Masela Diragukan
Proses Akuisisi Rampung,...
Proses Akuisisi Rampung, Pertamina dan Petronas Siap Sedot Gas di Blok Masela
Shell Akhirnya Lepas...
Shell Akhirnya Lepas Blok Masela ke Pertamina Jauh di Bawah Rp14,8 Triliun
Shell Cabut dari Proyek...
Shell Cabut dari Proyek Blok Masela, Inpex Resmi Cari Mitra Baru
Shell Belum Mundur dari...
Shell Belum Mundur dari Blok Masella, Masih Hitung-hitungan
Proyek Blok Masela Ikut...
Proyek Blok Masela Ikut Terganggu Imbas Covid-19
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
6 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
6 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
7 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
7 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
7 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
7 jam yang lalu
Infografis
Susul 3 Negara ASEAN...
Susul 3 Negara ASEAN Lainnya, Indonesia Gabung Jadi Mitra BRICS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved