Laba Bersih BCA Naik 9,3% Jadi Rp18 Triliun
Kamis, 03 Maret 2016 - 19:41 WIB
Laba Bersih BCA Naik 9,3% Jadi Rp18 Triliun
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA membukukan laba bersih sebesar Rp18 triliun sepanjang tahun lalu, naik 9,3% dari tahun sebelumnya sebesar Rp16,5 triliun.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, raihan tersebut ditopang pertumbuhan kredit dan biaya bunga (cost of fund) yang lebih rendah serta pendapatan bunga bersih yang tumbuh 12% menjadi Rp35,9 triliun.
Di saat yang sama, pendapatan operasional lainnya tumbuh 28,5% mencapai Rp12 triliun pada 2015. "Tahun 2015 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi perekonomian dan industri perbankan Indonesia," ujarnya di Jakarta, Kamis (3/3/2016).
Jahja mengungkapkan, portofolio kredit perusahaan tercatat sebesar Rp387,6 triliun, tumbuh 11,9% dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan kredit tercatat di seluruh segmen terutama didukung oleh pertumbuhan kredit segmen korporasi.
Pada akhir 2015, lanjut dia, kredit korporasi meningkat 17,2% menjadi Rp141,3 triliun. Kredit komersial dan UKM ditopang oleh membaiknya kondisi ekonomi dan siklus konsumsi yang meningkat menjelang akhir tahun.
Sementara kenaikan kredit konsumer sebesar 8,9% menjadi Rp100,5 triliun pada 2015 didukung berbagai program inovatif dengan suku bunga menarik dari BCA.
Selanjutnya, KPR tumbuh 8,7% menjadi Rp59,4 triliun dan KKB naik 9,6% menjadi Rp31,6 triliun. "Pada periode yang sama, outstanding kartu kredit meningkat 8,1% menjadi Rp9,5 triliun," pungkasnya.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, raihan tersebut ditopang pertumbuhan kredit dan biaya bunga (cost of fund) yang lebih rendah serta pendapatan bunga bersih yang tumbuh 12% menjadi Rp35,9 triliun.
Di saat yang sama, pendapatan operasional lainnya tumbuh 28,5% mencapai Rp12 triliun pada 2015. "Tahun 2015 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi perekonomian dan industri perbankan Indonesia," ujarnya di Jakarta, Kamis (3/3/2016).
Jahja mengungkapkan, portofolio kredit perusahaan tercatat sebesar Rp387,6 triliun, tumbuh 11,9% dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan kredit tercatat di seluruh segmen terutama didukung oleh pertumbuhan kredit segmen korporasi.
Pada akhir 2015, lanjut dia, kredit korporasi meningkat 17,2% menjadi Rp141,3 triliun. Kredit komersial dan UKM ditopang oleh membaiknya kondisi ekonomi dan siklus konsumsi yang meningkat menjelang akhir tahun.
Sementara kenaikan kredit konsumer sebesar 8,9% menjadi Rp100,5 triliun pada 2015 didukung berbagai program inovatif dengan suku bunga menarik dari BCA.
Selanjutnya, KPR tumbuh 8,7% menjadi Rp59,4 triliun dan KKB naik 9,6% menjadi Rp31,6 triliun. "Pada periode yang sama, outstanding kartu kredit meningkat 8,1% menjadi Rp9,5 triliun," pungkasnya.
(dmd)
Lihat Juga :