Menko Darmin Ingin Rupiah Tak Terlalu Menguat
Jum'at, 04 Maret 2016 - 17:57 WIB
Menko Darmin Ingin Rupiah Tak Terlalu Menguat
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Darmin Nasution tidak menginginkan rupiah terlalu menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Alasannya, rupiah harus tetap terjaga pergerakannya seiring nilai fundamentalnya.
Saat ini, Darmin menilai tren penguatan nilai tukar rupiah terhadap USD memberi dampak positif bagi Indonesia, yakni investor asing menaruh minat besar terhadap Indonesia dan kemudian banyak dana asing yang masuk ke dalam negeri. (Baca: Euro Lesu, Rupiah Ditutup Bertahan Menguat).
"Meskipun tadi rupiah kita menguat, tapi kita tidak ingin rupiah terlalu kuat di atas fundamentalnya. Ini dia harus sesuai dengan fundamentalnya dulu, sejalanlah," tegas Darmin di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat (4/3/2016).
Menurutnya, jika rupiah terlalu kuat, maka dampaknya akan ke ekspor Indonesia. Ini akan membuat produk ekspor dari dalam negeri menjadi tidak kompetitif dari sisi harga, sementara konsumsi komoditas negara lain sedang menurun.
Darmin mengatakan, pemerintah akan berupaya menjaga dana tersebut tetap ada di Indonesia. Pemerintah memiliki PR besar atas hal tersebut yakni, menciptakan optimisme bagi investor terhadap perekonomian dalam negeri melalui berbagai kebijakan.
"Kita tentu menjaganya dengan meneruskan langkah-langkah yang tertuang dalam kebijakan. Itu kan yang dilakukan selama ini," pungkas dia.
Saat ini, Darmin menilai tren penguatan nilai tukar rupiah terhadap USD memberi dampak positif bagi Indonesia, yakni investor asing menaruh minat besar terhadap Indonesia dan kemudian banyak dana asing yang masuk ke dalam negeri. (Baca: Euro Lesu, Rupiah Ditutup Bertahan Menguat).
"Meskipun tadi rupiah kita menguat, tapi kita tidak ingin rupiah terlalu kuat di atas fundamentalnya. Ini dia harus sesuai dengan fundamentalnya dulu, sejalanlah," tegas Darmin di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat (4/3/2016).
Menurutnya, jika rupiah terlalu kuat, maka dampaknya akan ke ekspor Indonesia. Ini akan membuat produk ekspor dari dalam negeri menjadi tidak kompetitif dari sisi harga, sementara konsumsi komoditas negara lain sedang menurun.
Darmin mengatakan, pemerintah akan berupaya menjaga dana tersebut tetap ada di Indonesia. Pemerintah memiliki PR besar atas hal tersebut yakni, menciptakan optimisme bagi investor terhadap perekonomian dalam negeri melalui berbagai kebijakan.
"Kita tentu menjaganya dengan meneruskan langkah-langkah yang tertuang dalam kebijakan. Itu kan yang dilakukan selama ini," pungkas dia.
(izz)