Asia Mayoritas Melemah, IHSG Dibuka Naik Tipis
Selasa, 08 Maret 2016 - 09:18 WIB
Asia Mayoritas Melemah, IHSG Dibuka Naik Tipis
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka menguat tipis, setelah kemarin ditutup di zona merah. IHSG hari ini menguat 1,30 poin atau 0,03% ke level 4.832,88, seiring mayoritas melemahnya bursa saham Asia.
Sementara, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup merosot atau turun merosot 19,31 poin atau 0,40% ke level 4.831,58 seiring variatifnya bursa saham Asia.
Seperti dikutip dari CNBC hari ini, saham Asia diperdagangkan mayoritas melemah, dengan pasar Jepang kembali turun 0,37%. Sementara, Indeks Korea Selatan, Kospi terlihat mendatar di level 1.985,15.
Di Australia, S&P/ASX 200 terlihat naik 0,46% pada awal perdagangan degan sektor keuangan naik 0,35%, sektor energi meroket 1,18%, dan bahan sebesar 0,88%.
"Besarnya ruang komoditas belum diterjemahkan dengan baik ke pasar ekuitas, hati-hati bahwa kenaikan saat ini mungkin akan kehabisan tenaga," kata kata Angus Nicholson, seorang analis pasar di IG, dalam catatan paginya.
Adapun Indeks Hang Seng turun 136,57 poin atau 0,68% ke level 20.023,15, Indeks Shanghai melemah 55,46 poin atau 1,913% ke posisi 2.841,88, dan Indeks Straits Times turun 4,37 poin atau 0,15% ke level 2.819,14.
Sementara, sektor saham di perdagangan Tanah Air hari ini variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor pertambangan yang naik 2,11%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah sektor aneka industri yang anjlok 1,16%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp149 miliar dengan 125 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp3,50 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp53,89 miliar dan aksi beli Rp57,400 miliar. Tercatat 89 saham menguat, 56 melemah, dan 27 stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun Rp625 menjadi Rp106.125, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) naik Rp100 menjadi Rp1.300, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp50 menjadi Rp2.695.
Saham-saham yang menurun di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp150 menjadi Rp64.875, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp100 menjadi Rp13.475, dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp100 menjadi Rp16.850.
Sementara, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup merosot atau turun merosot 19,31 poin atau 0,40% ke level 4.831,58 seiring variatifnya bursa saham Asia.
Seperti dikutip dari CNBC hari ini, saham Asia diperdagangkan mayoritas melemah, dengan pasar Jepang kembali turun 0,37%. Sementara, Indeks Korea Selatan, Kospi terlihat mendatar di level 1.985,15.
Di Australia, S&P/ASX 200 terlihat naik 0,46% pada awal perdagangan degan sektor keuangan naik 0,35%, sektor energi meroket 1,18%, dan bahan sebesar 0,88%.
"Besarnya ruang komoditas belum diterjemahkan dengan baik ke pasar ekuitas, hati-hati bahwa kenaikan saat ini mungkin akan kehabisan tenaga," kata kata Angus Nicholson, seorang analis pasar di IG, dalam catatan paginya.
Adapun Indeks Hang Seng turun 136,57 poin atau 0,68% ke level 20.023,15, Indeks Shanghai melemah 55,46 poin atau 1,913% ke posisi 2.841,88, dan Indeks Straits Times turun 4,37 poin atau 0,15% ke level 2.819,14.
Sementara, sektor saham di perdagangan Tanah Air hari ini variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor pertambangan yang naik 2,11%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah sektor aneka industri yang anjlok 1,16%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp149 miliar dengan 125 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp3,50 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp53,89 miliar dan aksi beli Rp57,400 miliar. Tercatat 89 saham menguat, 56 melemah, dan 27 stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun Rp625 menjadi Rp106.125, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) naik Rp100 menjadi Rp1.300, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp50 menjadi Rp2.695.
Saham-saham yang menurun di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp150 menjadi Rp64.875, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp100 menjadi Rp13.475, dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp100 menjadi Rp16.850.
(izz)
Lihat Juga :