IHSG Ditutup Tersungkur, Bursa China Susah Payah Naik
Selasa, 08 Maret 2016 - 16:34 WIB
IHSG Ditutup Tersungkur, Bursa China Susah Payah Naik
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berakhir tersungkur, meski tadi pagi berhasil dibuka naik tipis. IHSG ditutup merosot 20,53 poin atau 0,42% ke level 4.811,04 di tengah naiknya bursa saham China.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air menguat 1,30 poin atau 0,03% ke level 4.832,88 dan pada sesi I IHSG berkurang 15,16 poin atau 0,31% ke level 4.816,41. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup melemah 19,31 poin atau 0,40% ke level 4.831,58.
Seperti dilansir dari CNBC, bursa saham China susah payah naik di tengah mayoritas tergelincirnya bursa saham Asia. Apalagi, para trader mencerna data perdagangan lebih lemah dari yang diharapkan.
Analis pasar dari IG, Angus Nicholson mengatakan kepada CNBC naiknya saham beberapa hari terakhir karena didorong oleh pembalikan cukup besar dari sektor keuangan, bahan, dan energi. Tapi, sektor lainnya sudah menurun dan sekarang sektor ini pun ikut turun.
Selain itu, data perdagangan China yang baru dirilis terlihat tidak positif, di mana Ekspor Februari jatuh 25,4% dan impornya turun 13,8%. Penurunan ekspor terbesar sejak 2009.
Pasar China berakhir lebih tinggi dengan Indeks Shanghai ditutup naik 2,57 poin atau 0,1% ke level 2.899,91 dan Indeks Komposit Shenzhen naik 8,89 poin atau 0,51% ke level 1.750,56.
Sementara, pasar lain, yaitu Indeks Nikkei N225 ditutup turun 128,17 poin atau 0,76% ke level 16.783,15 atau memperpanjangan penurunan 0,6% dari kemarin.
Di sisi lain, Indeks Korea Selatan, Kospi ditutup turun 11,75 poin atau 0,60% ke posisi 1.946,12. Di Hong Kong, Indkes Hang Seng ditutup turun 148,14 poin atau 0,73% ke level 20.011,58.
Indeks Australia berakhir turun 34,81 poin atau 0,68% ke level 6.446,72 terseret turunnya sektor energi, material, dan keuangan yang masing-masing turun 1,11%, 0,82%, dan 1,02%.
Sementara, sektor saham di perdagangan Tanah Air hari ini mayoritas melemah. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah sektor aneka industri yang turun 1,59% disusul sektor konsumer yang melemah 0,88%. Sementara sektor yang menguat tinggi adalah pertambangan yang naik 1,34%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,41 triliun dengan 5,02 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp43,95 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,70 triliun dan aksi beli Rp2,74 triliun. Tercatat 119 saham menguat, 177 saham melemah dan 111 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) naik Rp260 menjadi Rp3.525, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp100 menjadi Rp29.600, dan PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk (SOBI) naik Rp100 menjadi Rp2.000.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.875 menjadi Rp63,150, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) turun Rp175 menjadi Rp6.300, dan PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) Rp145 menjadi Rp2.100.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air menguat 1,30 poin atau 0,03% ke level 4.832,88 dan pada sesi I IHSG berkurang 15,16 poin atau 0,31% ke level 4.816,41. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup melemah 19,31 poin atau 0,40% ke level 4.831,58.
Seperti dilansir dari CNBC, bursa saham China susah payah naik di tengah mayoritas tergelincirnya bursa saham Asia. Apalagi, para trader mencerna data perdagangan lebih lemah dari yang diharapkan.
Analis pasar dari IG, Angus Nicholson mengatakan kepada CNBC naiknya saham beberapa hari terakhir karena didorong oleh pembalikan cukup besar dari sektor keuangan, bahan, dan energi. Tapi, sektor lainnya sudah menurun dan sekarang sektor ini pun ikut turun.
Selain itu, data perdagangan China yang baru dirilis terlihat tidak positif, di mana Ekspor Februari jatuh 25,4% dan impornya turun 13,8%. Penurunan ekspor terbesar sejak 2009.
Pasar China berakhir lebih tinggi dengan Indeks Shanghai ditutup naik 2,57 poin atau 0,1% ke level 2.899,91 dan Indeks Komposit Shenzhen naik 8,89 poin atau 0,51% ke level 1.750,56.
Sementara, pasar lain, yaitu Indeks Nikkei N225 ditutup turun 128,17 poin atau 0,76% ke level 16.783,15 atau memperpanjangan penurunan 0,6% dari kemarin.
Di sisi lain, Indeks Korea Selatan, Kospi ditutup turun 11,75 poin atau 0,60% ke posisi 1.946,12. Di Hong Kong, Indkes Hang Seng ditutup turun 148,14 poin atau 0,73% ke level 20.011,58.
Indeks Australia berakhir turun 34,81 poin atau 0,68% ke level 6.446,72 terseret turunnya sektor energi, material, dan keuangan yang masing-masing turun 1,11%, 0,82%, dan 1,02%.
Sementara, sektor saham di perdagangan Tanah Air hari ini mayoritas melemah. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah sektor aneka industri yang turun 1,59% disusul sektor konsumer yang melemah 0,88%. Sementara sektor yang menguat tinggi adalah pertambangan yang naik 1,34%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,41 triliun dengan 5,02 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp43,95 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,70 triliun dan aksi beli Rp2,74 triliun. Tercatat 119 saham menguat, 177 saham melemah dan 111 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) naik Rp260 menjadi Rp3.525, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp100 menjadi Rp29.600, dan PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk (SOBI) naik Rp100 menjadi Rp2.000.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.875 menjadi Rp63,150, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) turun Rp175 menjadi Rp6.300, dan PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) Rp145 menjadi Rp2.100.
(izz)
Lihat Juga :