Euro dan Yen Menguat, Rupiah Sore Ini Berakhir Terpuruk

Selasa, 08 Maret 2016 - 17:02 WIB
Euro dan Yen Menguat,...
Euro dan Yen Menguat, Rupiah Sore Ini Berakhir Terpuruk
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sore hari ini semakin terpuruk sejak pembukaan tadi pagi, padahal kemarin rupiah sempat naik tinggi. Pelemahan rupiah hari ini di tengah merosotnya USD terhadap euro dan yen.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.169/USD, dengan kisaran harian Rp13.045-Rp13.180/USD. Posisi tersebut melemah 84 poin dari posisi kemarin di level Rp13.085/USD.

Data Bloomberg menunjukkan, rupiah juga berada pada level Rp13.160/USD. Posisi itu jauh memburuk sebesar 75 poin dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.085/USD.

Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berada di level Rp13.169/USD. Posisi ini jauh lebih buruh dari posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.075/USD atau melemah 94 poin.

Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.128/USD. Posisi ini jauh memburuk dari posisi sebelumnya di posisi Rp13.029/USD.

Seperti dikutip dari Reuters hari ini, yen dan euro menguat terhadap USD, karena terpengaruh oleh data perdagangan China yang suram memicu kekhawatiran tentang keadaan permintaan global, membebani mata uang. Di mana ekspor China pada Februari turun 25,4% dari tahun sebelumnya dan impor turun 13,8%.

USD terhadap yen jatuh 0,5% ke level 112,85, setelah sebelumnya berada di posisi rendah dalam sepekan di level 112,75. Sementara, euro terhadap USD naik 0,2% ke posisi 1,1042, mengurangi posisi terendah dalam satu bulan di level 1,0825 yang terjadi pada 2 Maret 2016.

Kedua mata uang cenerung mengungguli selama masa volatilitas pasar keuangan dan ketidakpastian ekonomi. "Data yang mengecewakan dari China membebani sentiman risiko dan mendorong dolar lebih rendah terhadap yen," kata Yujiro Goto, ahli strategi mata uang di Nomura.

Euro terhadap yen juga terlihat melemah 0,2% menjadi 124,65, karena euro masih menunggu kebijakan yang akan dikeluarkan oleh Bank Sentral Eropa (ECB). "Kami pikir bank sentral akan sekali lagi berjuang untuk mengalahkan harapan yang tinggi, dengan euro tidak mungkin menurun signifikan setelah pengumuman tersebut," tulis analis BNP Paribas dalam sebuah catatan kepada klien.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
5 jam yang lalu
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
5 jam yang lalu
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
6 jam yang lalu
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
6 jam yang lalu
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
6 jam yang lalu
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
7 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved