Rupiah Kokoh Saat Euro Tertekan Jelang Pertemuan ECB

Kamis, 10 Maret 2016 - 10:18 WIB
Rupiah Kokoh Saat Euro...
Rupiah Kokoh Saat Euro Tertekan Jelang Pertemuan ECB
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan hari ini menguat dibanding penutupan pada Selasa kemarin. Penguatan rupiah hari ini di tengah tertekannya euro menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB).

Posisi rupiah berdasarkan data Yahoo Finance hari ini menguat terhadap USD atau berada di level Rp13.123/USD. Rupiah semakin terlihat menguat pada pukul 09.55 WIB dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.169/USD.

Data Bloomberg, rupiah dibuka berada di level Rp13.129/USD dengan kisaran Rp12.116-Rp13.165/USD. Namun, rupiah terlihat terus menguat ke level Rp13.119/USD pada pukul 10.58 WIB. Posisi itu terlihat semakin menguat dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.160/USD.

Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berada di level Rp13.125/USD. Posisi ini terlihat perkasa dari posisi penutupan Selasa kemarin yang berada di level Rp13.169/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.149/USD. Posisi ini memburuk dari posisi sebelumnya di posisi Rp13.128/USD.

Dilansir dari Reuters, euro berada di bawah tekanan di perdagangan Asia pada hari ini menjelang pertemuan ECB yang diharapkan dapat mengambil langkah-langkah atas pelonggaran lebih lanjut, setelah Reserve Bank of New Zealand mengejutkan pasar karena telah menurunkan suku bunga.

Euro terhadap USD turun 0,1% ke posisi 1,0986 dan tergelincir sekiyar 0,2% terhadap yen ke level 124,39. Sementara, USD terhadap yen terlihat stabil.

ECB diperkirakan akan memangkas suku bunga deposito sebesar 10 basis poin menjadi -0,40%, memperkenalkan pembelian aset dan mungkin memperkenalkan suku bunga berjenjang seperti Bank of Japan dalam upaya untuk meningkatkan inflasi, menurut jajak pendapat Reuters.

"Ini mungkin bukan pandangan konsensus, tetapi pasar hampir menunggu ECB," kata Jennifer Vail, kepala penelitian pendapatan tetap di Manajemen US Bank Wealth di Portland, Oregon.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
5 jam yang lalu
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
5 jam yang lalu
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
6 jam yang lalu
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
6 jam yang lalu
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
6 jam yang lalu
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
7 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved