Jokowi Minta Para Menteri Contek Negara Lain Soal Dwelling Time
Kamis, 10 Maret 2016 - 13:45 WIB
Jokowi Minta Para Menteri Contek Negara Lain Soal Dwelling Time
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menteri dalam Kabinet Kerja meniru persis cara negara lain menurunkan waktu tunggu bongkar muat (dwelling time) di pelabuhan. Sebab, dia ingin agar dua bulan ke depan dwelling time sudah bisa tiga hari.
Jokowi menjelaskan, saat ini dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok masih berada pada level 4,7 hari. Padahal, Malaysia sudah mampu berada pada level dua hari, dan Singapura satu hari.
"Kalau negara lain bisa, Indonesia harus bisa. Kita copy persis aja mereka pakai cara apa. Kenapa kita tidak bisa melakukan, orang kita enggak kalah pintar. Saya ingin betul-betul mendekati angka yang saya targetkan. Harus didekati, bulan-bulan ini atau bulan depan Insya Allah sudah masuk angka tiga hari," katanya di Pusat Logistik Berikat Cakung, Jakarta, Kamis (10/3/2016).
Menurutnya, efisiensi di sektor logistik akan semakin kelihatan. "Sehingga efisiensi makin kelihatan. Jangan sampai ada korban lagi masalah dwelling time. Saya enggak main-main masalah ini," imbuhnya.
Jokowi menegaskan tidak main-main dengan masalah ini, dan tidak mau sampai ada korban lagi lantaran dwelling time di pelabuhan Indonesia masih lama. Sebelumnya, Jokowi pernah mencopot salah satu menterinya lantaran tidak mampu menyelesaikan persoalan tersebut.
"Saya tanya berapa hari dwerlling time, enggak bisa jawab. Saya beri waktu lima bulan, saya minta di bawah enam hari. Saya tunggu enam bulan, tidak berubah. Akhirnya ada menteri yang saya copot," tandasnya.
Jokowi menjelaskan, saat ini dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok masih berada pada level 4,7 hari. Padahal, Malaysia sudah mampu berada pada level dua hari, dan Singapura satu hari.
"Kalau negara lain bisa, Indonesia harus bisa. Kita copy persis aja mereka pakai cara apa. Kenapa kita tidak bisa melakukan, orang kita enggak kalah pintar. Saya ingin betul-betul mendekati angka yang saya targetkan. Harus didekati, bulan-bulan ini atau bulan depan Insya Allah sudah masuk angka tiga hari," katanya di Pusat Logistik Berikat Cakung, Jakarta, Kamis (10/3/2016).
Menurutnya, efisiensi di sektor logistik akan semakin kelihatan. "Sehingga efisiensi makin kelihatan. Jangan sampai ada korban lagi masalah dwelling time. Saya enggak main-main masalah ini," imbuhnya.
Jokowi menegaskan tidak main-main dengan masalah ini, dan tidak mau sampai ada korban lagi lantaran dwelling time di pelabuhan Indonesia masih lama. Sebelumnya, Jokowi pernah mencopot salah satu menterinya lantaran tidak mampu menyelesaikan persoalan tersebut.
"Saya tanya berapa hari dwerlling time, enggak bisa jawab. Saya beri waktu lima bulan, saya minta di bawah enam hari. Saya tunggu enam bulan, tidak berubah. Akhirnya ada menteri yang saya copot," tandasnya.
(izz)
Lihat Juga :